Teleconference dengan Gubernur Sumut, Ini yang Disampaikan Bupati Sergai

292

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bersama bupati / walikota se-Sumut melakukan teleconference dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bahas Covid-19, Senin (6/4/2020).

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) mengatakan, bahwa sampai hari ini pantauan dari 20 Puskesmas dan rumah sakit (RS) yang ada di Sergai belum ada yang dinyatakan positif.

“Kita berharap Sergai tidak ada yang dinyatakan positif. Namun demikian, kami ingin mengusulkan kepada gubernur tentang APD, terutama hazmat. Kami memerlukan sekitar 200 baju hazmat untuk dokter-dokter dan paramedic,” jelas dia.

Sementara untuk rapid test, bupati mengaku menerima 40 alat, dan kami kira itu masih sangat kurang.

“Hari ini Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 akan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan akan membuat rencana untuk kedepannya,” tambah dia.

“Kami juga sudah merencanakan tentang social safety net dengan memberikan bantuan kepada masyarakat di luar program keluarga harapan (PKH), antara lain guru-guru honorer, penyuluh, dan wartawan yang peredarannya sangat dipersempit karena social distance. Kami sedang memikirkan agar ada bantuan yang kami ambil dari social safety net tersebut,” pungkas dia.

Sementara tanggapan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam teleconference menyampaikan beberapa poin penting. Pertama, tetap jaga jarak dan menggunakan masker kemanapun pergi. Kedua, ada tempat-tempat simpul sebagai RS rujukan di Tapanuli Utara, Padang Sidempuan, dan Simalungun serta di Nias.

“Sedangkan untuk update akan segera dipenuhi guna mengatasi kesulitan tenaga medis dalam menangani corona, karena banyaknya TKI yang pulang dari luar negeri melalui jalan-jalan tikus,” tegas dia.

“Apabila terjadi sesuatu dengan saudara-saudara kita dimanapun berada di tempat rujukan RS, maka RS tersebut bertanggung jawab dengan SOP terhadap saudara kita yang meninggal dunia akibat terpapar corona. Menyiapkan dan lakukan SOP medis yang berlaku dari Kementerian Kesehatan. Pemakaman dilakukan dari pemerintah daerah tempat meninggalnya pasien tersebut. Maka tolong siapkan makamnya dan dimatangkan dengan baik, sesuai aturan SOP yang berlaku,” jelas dia.

“Inilah nilai-nilai kebangsaan kita, terkhusus bagi masyarakat Sumut yang merasa dan rasa kebersamaan kita di Sumut tercinta ini. Corona ini sangat berdampak kepada ekonomi. Oleh karenanya, kepada pemerintah daerah agar melakukan refocusing dan realokasi dana dalam rangka menanggulangi kesulitan masyarakat yang terdampak corona ini,” tegas dia.

Khusus kepada tenaga medis, gubernur berpesan agar diperlakukan semaksimal mungkin.

“Pemprov Sumut menyikapi dengan memfokuskan anggaran kegiatan sebesar Rp500 miliar. Pada kesempatan ini diminta kepada kita semua bergandengan tangan. Kita lakukan ini semua untuk rakyat kita. Mari kita saling berkoordinasi dan berkomunikasi serta saling bantu dari 33 kabupaten yang ada di Sumut, jika satu saja yang sakit, maka kita semua akan terasa sakit,” pungkas dia.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, pemerintah daerah dan masyarakat dapat menghubungi call center Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara melalui nomor 0821-6490-2482. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda