Tak Lagi di Struktur Partai, Abdiyanto Putuskan Mundur dari PDIP

67

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Abdiyanto resmi mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Surat pengunduran dirinya ia antarkan langsung ke kantor Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang berada di Kota Kayuagung, Senin (26/1/2026).

Sebenarnya, menurut Abdiyanto, surat tersebut telah ia tandatangani pada 22 Januari 2026 lalu, namun baru sempat disampaikan. Hal itu dilatarbelakangi setelah ditetapkannya struktur kepengurusan dan dirinya diistirahatkan, sehingga hanya berstatus sebagai anggota biasa di PDIP.

“Jadi mohon maaf jangan ada prasangka negatif. Ini hanya bentuk sikap politik pribadi dan juga atas keputusan keluarga. Langkah ini menyikapi kondisi internal PDIP pasca ditetapkan kepengurusan dan entah ada pandangan apa, sehingga partai mengistirahatkan saya,” ujar Abdiyanto.

Abdiyanto yang pernah memimpin DPC PDIP OKI dan menjabat sebagai Ketua DPRD OKI periode 2019–2024 menegaskan, bahwa sikapnya tersebut bukan bentuk kekecewaan. Namun, sebagai sosok yang berinteraksi dengan banyak orang, langkah itu dirasa sebagai pilihan yang tepat.

“Sejak jadi anggota DPRD OKI tahun 2004, tentu banyak bantuan dari semua pihak, baik dari sisi pencapaian Pemilu, kampanye maupun lainnya, sehingga saya merasa bertanggung jawab untuk membalas itu. Maka, ketika tak diberi atau tak ada ruang, saya mencari alternatif lain,” tandasnya.

Ia menegaskan, bahwa keputusan ini bukan bentuk pengkhianatan, karena tujuan semua partai pada dasarnya sama, yakni demi kesejahteraan rakyat, termasuk PDIP. Sejak dulu hingga saat ini, Abdiyanto menganggap dirinya sebagai anak ideologi Bung Karno dan harus mengimplementasikannya setelah menjadi pejabat publik.

“Dimana kita harus selalu membela rakyat dan mengentaskan kemiskinan, itu harus selalu dipertahankan. Partai itu hanya sebuah kendaraan yang menghantarkan kita ke tujuan. Jadi, walau di luar PDIP, saya harus tetap menjadi bagian yang bisa menyejahterakan rakyat,” tegasnya.

Mundur dari PDIP, menurutnya, juga merupakan bentuk kecintaan. Ketika di internal partai ia tidak lagi berada dalam struktur pengurus yang berfungsi, ia tetap akan banyak berinteraksi dengan masyarakat. Ia melanjutkan, daripada nanti langkah-langkah yang dilakukan dinilai buruk bagi partai, lebih baik memilih mundur.

“Dan ini yang harus selalu dijaga. Saya takut selama berinteraksi nanti ada hal negatif yang berdampak buruk bagi PDIP ke depannya. Orang akan bilang, ‘tuh ada anggota PDIP yang melakukan kesalahan’. Maka, lebih baik saya mundur dari keanggotaan,” tuturnya.

Dengan demikian, ketika terjadi sesuatu yang dinilai buruk ke depannya, nama baik PDIP yang ia cintai tidak ikut terbawa-bawa. Ia menambahkan, jika nantinya terjadi hal-hal positif, tentu juga akan berdampak baik bagi PDIP.

“Abdiyanto ini dikenal karena PDIP. Sejak mulai mengerti partai politik pada tahun 1996, saya tak pernah berpikir akan seperti ini, tapi beginilah jadinya, ikuti saja. Jadi tidak ada hal lain, semata-mata demi kecintaan terhadap PDIP,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda