Syahrul Bantah Warga Sidimpuan Ditolak dan Disweeping di Tapsel

1398

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Masyarakat Kota Padangsidimpuan khususnya para pedagang, diresahkan dengan adanya isu penolakan serta aksi sweeping terhadap kehadiran mereka di berbagai daerah seperti di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (9/4/2020).

Mendengar kabar tidak mengenakkan terhadap warga Padangsidimpuan itu, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul Martua Pasaribu, dihubungi wartawan lewat telepon menyatakan informasi tersebut tidak benar alias hoax, serta cenderung terlalu mengada-ada.

“Tidak ada penolakan seperti itu. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, sementara pegawai kita (Pemkab Tapsel) banyak yang berdomisili di Kota Padangsidimpuan dan hampir setiap hari datang dan bekerja di Sipirok,” tegasnya.

Adanya para penolak pedagang asal Sidimpuan yang meminta tidak berjualan di pasar-pasar tradisional di Tapsel juga dibantahnya. Terbukti, ungkap dia, dengan banyaknya para pedagang asal Padangsidimpuan yang masih datang dan berjualan di Pasar Sipirok hari ini (Kamis).

“Mengenai surat edaran Bupati Tapsel nomor 443/1780/2020, surat itu berisi instruksi dan imbauan kepada aparatur pemerintahan daerah dan masyarakat untuk antisipasi pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. Tetapi bukan penolakan semacam itu,” imbuhnya.

Terpisah, Camat Sipirok Sardin Hasibuan lewat sambungan telepon juga menegaskan aktifitas jual beli di Pasar Sipirok yang digelar setiap hari Kamis berjalan normal seperti biasa. Pihaknya bersama Forkopimcam telah mendatangi pasar sekaligus memantau seluruh pedagang.

“Kepada seluruh pedagang, kita wajibkan agar memakai masker seraya menjaga jarak dengan pembeli dengan pedagang lainnya. Tidak ada penolakan terhadap pedagang darimana pun, termasuk dari Kota Padangsidimpuan,” ungkap Sardin membantah isu miring itu. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda