Sopir Betor Adukan Nasib ke Walikota Sidimpuan: Bantuan Disalurkan Selasa

708

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Seratusan sopir becak bermotor (betor) datangi kantor Walikota Padangsidimpuan untuk mengadukan nasib mereka di tengah mewabahnya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Jumat (17/4/2020).

Awalnya sopir betor datang sekira pukul 11.00 Wib. Namun karena waktu sudah mendekati sholat Jumat, Asisten I Iswan Nagabe yang menerima massa meminta agar bubar sementara dan datang lagi pukul 14.00 Wib.

Usai sholat Jumat, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini, Sekretaris Daerah Letnan Dalimunthe, pimpinan OPD, camat, dikawal TNI dan Polri.

Kepada walikota, sopir betor mengadukan nasibnya yang beberapa hari ini kekurangan sewa. Sehingga kondisi ini sangat berdampak pada ekonomi mereka. Juga mempertanyakan kenapa hanya beberapa orang saja yang menerima bantuan dari Polres Sidimpuan.

Walikota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution menjelaskan bahwa pemerintah kota sangat menyadari kondisi yang di tengah warga saat ini. Akibat Covid-19, semua elemen masyarakat terdampak secara ekonomi dan sosial.

“Betor dan angkutan umum tidak ada sewa, ekonomi tidak bergerak. Kita semua terdampak akibat Covid-19 ini dan kami sangat memahami itu,” kata dia.

Setelah perkembangan ini semua, pemerintah kota bersama TNI dan Polri tentu tidak bisa melakukan tindakan yang boleh dilakukan sebelum ada petunjuk dari pemerintah pusat.

Pada 19 Maret 2020, Kota Padangsidimpuan telah ditetapkan statusnya sebagai daerah Siaga Bencana. Dengan tujuan agar bisa menjaring semua pelaku perjalanan, sehingga virus corona tidak berkembang di kota ini.

Kemudian pada 4 April 2020, hasil keputusan bersama forkopimda, status naik menjadi tanggap darurat. Kenapa harus tanggap darurat?, itu karena sesuai ketentuan. Dengan status inilah baru pemerintah kota bisa merencanakan satu kegiatan untuk membantu keluarga terdampak pandemi Covid-19.

Adapun keluarga terdampak ini adalah keluarga yang ekonominya terganggu karena adanya bencana non alam tersebut. Penerima bantuan ini didata sesuai alamat domisili terakhir.

“Kita sudah bekerja. Mekanisme yang ditempuh adalah membantu keluarga terdampak. Yang tinggal di desa akan menerima bantuan dari dana desa. Bagi yang tinggal di kelurahan, mendapat bantuan dari pemerintah kota. Jumlah bantuannya sama,” jelas Irsan.

Dikesempatan itu, Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution memastikan bantuan sembako dari pemerintah kepada keluarga terdampak akan disalurkan mulai Selasa (21/4/2020) depan.

“Sopir betor dipastikan masuk sebagai keluarga terdampak yang akan menerima bantuan. Tapi tolong kerjasama kita semua, jangan pula karena akan diberikan bantuan maka tiba-tiba banyak warga kita yang alih profesi jadi sopir betor,” pinta dia.

Keluhan massa tentang dugaan permainan data di tingkat kepala lingkungan dan lurah, Irsan minta agar segera dilaporkan ke camat atau langsung kantor walikota.

Sementara Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini membenarkan bahwa pagi sebelumnya ada memberikan bantuan kepada beberapa orang sopir betor.

Bantuan itu, katanya, berasal dari donasi ikhlas personil Polres yang menyisihkan sebagian rezekinya kepada orang-orang yang dianggap membutuhkan. Sasarannya dibuat bergilir, Jumat kemarin kepada sopir becak dan hari ini pedagang kaki lima.

“Ini didasari rasa cinta, rasa kemanusiaan dan bakti sosial kami. Tolong jangan salah tafsir, baru ini rezeki yang bisa kami berikan. Kami juga berkeinginan membantu semuanya,” kata AKBP Juliani Prihartini.

Kapolres pun meminta massa membubarkan diri demi peran serta membantu mencegah penularan Covid-19 dengan physical distancing, social distancing dan protokol pencegahan lainnya sesuai imbauan pemerintah. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda