PALEMBANG, BERITAANDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan di wilayah Sumatera Selatan dengan sejumlah penyesuaian pola distribusi.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Palembang, Nurya Hartika Sari mengatakan, penyesuaian tersebut mengacu pada petunjuk teknis pelaksanaan program agar layanan tetap optimal bagi seluruh penerima manfaat.
Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, distribusi MBG tetap dilakukan seperti biasa dengan menu siap santap melalui koordinasi posyandu dan dapur MBG setempat.
Sementara itu, untuk sekolah, skema distribusi diubah menjadi makanan tahan lama yang dibagikan maksimal untuk kebutuhan tiga hari. Dalam sepekan, distribusi dilakukan dua kali, yakni setiap Senin dan Kamis. Senin untuk kebutuhan Senin hingga Rabu, sedangkan Kamis untuk kebutuhan Kamis hingga Sabtu.
Menu yang disiapkan meliputi biskuit, telur asin atau telur rebus, kurma, susu, serta makanan lain dengan komposisi yang tetap disesuaikan oleh ahli gizi di masing-masing sekolah.
Khusus pesantren, pola distribusi tetap menggunakan makanan siap saji, namun waktu pembagian digeser menjelang berbuka puasa. Proses memasak tetap dilakukan pada siang hari sebelum didistribusikan pada sore hari.
“Distribusinya normal selama Ramadan. Semua siswa tetap mendapatkan MBG, hanya waktu dan pola distribusinya yang berbeda,” ujar Nurya, Ahad (15/2/2026).
Distribusi MBG untuk sekolah dijadwalkan kembali mulai 23 Februari hingga 17 Maret 2026, atau beberapa hari menjelang libur Idulfitri. Pekan ini distribusi sekolah dihentikan sementara karena jadwal libur siswa, sedangkan distribusi untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap berjalan normal.
Nurya menjelaskan, sekolah yang lebih dulu memasuki masa libur diperbolehkan menghentikan sementara penerimaan MBG atau menyesuaikannya dengan kalender akademik masing-masing. Meski demikian, pihaknya tetap menganjurkan sekolah menerima program tersebut karena merupakan hak siswa.
Keputusan akhir terkait penerimaan program berada pada kesepakatan antara sekolah dan dapur MBG sebagai penyedia distribusi.
Rincian Skema MBG Selama Ramadan
- Sekolah dengan mayoritas siswa berpuasa
Makanan disalurkan dalam bentuk menu tahan lama yang dapat dibawa pulang untuk berbuka, seperti kurma, telur rebus, telur asin, abon, buah, susu, dan penganan lokal. BGN juga melibatkan pelaku UMKM dalam penyediaan menu. - Sekolah dengan mayoritas siswa tidak berpuasa
Layanan MBG berjalan normal tanpa perubahan skema maupun menu. - Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita
Distribusi tetap seperti hari biasa dengan menu makanan segar. - Lingkungan pesantren
Jadwal konsumsi digeser ke waktu berbuka puasa karena penerima manfaat dan dapur berada dalam satu area.
Setelah libur Lebaran, program MBG akan kembali berjalan normal seperti sebelumnya. (Febri)




























