Situasi Terkini Covid-19 di Provinsi Lampung, Pasien Sembuh Bertambah 1 Orang

263

BANDAR LAMPUNG , BERITAANDA – Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Provinsi Lampung di hari Ahad (12/4/2020) ini berjumlah 2.349 orang. Dengan rincian dalam pemantauan 1.070 orang dan yang sudah selesai dipantau dalam 14 hari 1.079 orang.

“Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 50 orang, dengan rincian masih dirawat di rumah sakit 25 orang, meninggal 3 orang dan yang negatif 22 orang. Sementara jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 saat ini 21 orang, dengan rincian meninggal 5 orang, sedang dirawat 8 orang, dan sembuh 8 orang, ” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dokter Reihana, saat menyampaikan situasi terkini Covid-19 di Provinsi Lampung melalui video conference, Ahad (12/4/2020) petang.

“Hari ini ada PDP yang sembuh, jadi ada 8 pasien kita yang sudah sembuh, yaitu pasien nomor 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kami juga berharap semoga pasien yang terkonfirmasi Covid-19 tidak bertambah lagi,” ujarnya lagi.

Jangan mudah memberikan status PDP

Reihana juga menyampaikan, semalam ada pasien di-PDP-kan meninggal dunia.

“Disini saya masih ragu, apakah benar PDP atau tidak, dilihat dari riwayat penyakitnya, saya rasa tidak PDP,” terang dia.

“Dalam hal ini saya mengingatkan kepada Kepala Dinas Kesehatan se-kabupaten / kota agar ikut bertanggung jawab terhadap pasien yang dikirim sebagai PDP, karena harus jelas serta ada beberapa aturan yang dikuti dalam memberikan status PDP terhadap pasien,” tegasnya.

Untuk diketahui, pasien yang meninggal tersebut pernah melakukan perjalanan ke Tangerang. Sebelum pulang ke Lampung, pernah dirawat di RS di Tangerang dengan diagnosa TB paru dan thypoid.

Kemudian pada 5 April berobat dengan dokter di Puskesmas Lampung Utara. Dokter mengunjungi si pasien di rumahnya, dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis paru di RS Ryacuddu Kotabumi. Kemudian langsung dirawat dan dilakukan rontgen torax dan lain – lain, juga rapid test pertama, dan hasilnya negatif.

“Pada tanggal 7 April, pasien tersebut dirujuk ke RSUD Dadi Tjokrodipo, Kota Bandar Lampung. Selanjutnya rapid test kedua akan dilaksanakan pada 13 April, akan tetapi pasien terlebih dahulu meninggal,” pungkas Reihana. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda