Situasi Terkini Covid-19 di Lampung, Reihana: 3 Pasien Sembuh dan 4 Orang Terkonfirmasi Corona

327

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dokter Reihana memberikan update data terkini Covid-19 hari ini, Jumat (1/5/2020).

Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 3.186 orang, dengan rincian masih dalam pemantauan 581 orang, selesai dipantau 2.604 orang, dan meninggal dunia 1 orang. Sementara untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 77 orang, dengan rincian masih diisolasi selama 14 hari sebanyak 17 orang, yang sembuh (negatif) 47 orang, dan meninggal dunia ada 13 orang.

“Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 50 orang, dengan rincian dirawat 32 orang, meninggal 5 orang, dan sembuh 15 orang,” jelas dokter Reihana selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung melalui video conference.

Reihana juga menerangkan bahwa ada tambahan pasien sembuh 3 orang. Dan tambahan orang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4 orang.

“4 orang yang terkonfirmasi positif, 3 diantaranya adalah merupakan OTG dan 1 orang merupakan PDP. Ketiga pasien yang merupakan OTG adalah pasien nomor 47 berjenis kelamin laki-laki (55) asal Bandar Lampung, merupakan pasien tracing dari pasien nomor 13. Saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah,” terang dia.

Kemudian untuk pasien nomor 48 berjenis kelamin laki-laki (59) asal Bandar Lampung, merupakan tracing dari pasien nomor 29. Saat ini dalam kondisi sehat dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Lalu ada pasien nomor 49 berjenis kelamin wanita (51) dari Bandar Lampung, merupakan tracing dari pasien nomor 30. Saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Sedangkan 1 orang terkonfirmasi yang merupakan PDP adalah pasien nomor 50 berjenis kelamin laki-laki (63) asal Jatiagung Lampung Selatan, dengan kronologi pasien pada bulan Januari jatuh terduduk di kebun. Lalu diurut tidak ada perubahan. Di bulan Februari, jatuh lagi dan tidak bisa bangun. BAB di tempat tidur. Pada bulan Maret dirawat di RS swasta di Lampung Selatan selama seminggu dengan diagnosa retak tulang punggung dan pengeroposan tulang sebelumnya (osteoporosis),” jelas dia menerangkan.

“Kemudian pada 22 April kembali dirawat di RS swasta di Bandar Lampung, karena selama 3 bulan di tempat tidur saja. Selanjutnya 24 April dilakukan rapid test hasilnya negatif, juga pengambilan swab. Tanggal 29 April hasil swabnya positif. Saat ini terhadap pasien akan dilakukan pemeriksaan swab ulang,” tambah dia.

Terkait jumlah kluster yang ada di Lampung, dokter Reihana menjelaskan, ada kluster Bogor, Goa dan Malaysia.

“Saat ini kami juga sedang fokus dengan kepulangan dari beberapa ponpes di Pulau Jawa, serta dari daerah terjangkit seperti Jakarta, Bandung dan Jogja,” pungkas Reihana. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda