Siapkan Talenta Lokal Jadi Penggerak Digital, Indosat dan Nokia Perkuat Literasi AI di Sumsel Lewat Program GENsi

11

PALEMBANG, BERITAANDA – Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diberbagai sektor, tantangan utama Indonesia kini bukan hanya soal akses teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan pemerataan literasi digital.

Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Nokia menghadirkan program GENsi (Generasi Digital dan AI) di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital, keamanan siber, serta kesiapan talenta AI di tingkat daerah.

GENsi dirancang sebagai intervensi pembelajaran berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan satu kali. Program ini mengombinasikan pelatihan tatap muka berbasis kampus dengan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS). Secara nasional, GENsi menargetkan 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.

Di Palembang, sebanyak 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti program peningkatan kapasitas ini. Palembang menjadi salah satu dari dua lokasi utama implementasi GENsi, selain Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai wujud komitmen pemerataan penguatan literasi AI hingga ke daerah dengan potensi talenta lokal yang besar.

Berdasarkan Indeks Literasi Digital Indonesia 2024 yang berada pada skor 3,65 dari skala 5, Indonesia masih membutuhkan penguatan signifikan, khususnya pada aspek keamanan digital dan kecakapan digital, terutama dalam pemanfaatan teknologi AI.

Untuk menjawab tantangan tersebut, GENsi membekali peserta dengan keterampilan teknis, pemahaman etika, serta penggunaan AI yang bertanggung jawab.

EVP Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio mengatakan, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Indosat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumatra.

“Melalui GENsi, kami ingin memastikan talenta muda di Palembang tidak hanya menjadi penonton transformasi AI, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memecahkan persoalan di lingkungan mereka. Literasi digital dan pemahaman AI yang kuat merupakan fondasi penting agar transformasi digital berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup literasi digital dasar, keamanan siber, hingga pengenalan AI agents. Peserta juga dibekali pemahaman etika penggunaan AI agar mampu beraktivitas di ruang digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik pemanfaatan AI berbasis low/no-code. Melalui pendekatan ini, peserta tanpa latar belakang pemrograman tetap mampu membangun solusi digital, seperti chatbot sederhana, untuk menjawab kebutuhan komunitas sekitar.

Program GENsi juga mengusung pendekatan keberlanjutan melalui multiplier effect. Sebanyak 20 peserta terpilih akan dipersiapkan menjadi GENsi Digital Trainers yang bertugas menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan kepada komunitas masing-masing.

Keberhasilan program ini didukung kolaborasi lintas sektor. Indosat memimpin pelaksanaan program dengan dukungan Nokia sebagai mitra strategis. Program ini sejalan dengan pilar Nokia ESG Global Program, yaitu Bridging Digital Divide, yang berfokus pada pengurangan kesenjangan akses dan kemampuan digital.

Hendri Widjaja selaku Nokia Indonesia ESG Principle menyatakan komitmen Nokia dalam mendukung kemitraan strategis dengan IOH melalui pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan lokal.

Selain itu, BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital turut terlibat sebagai mitra pemerintah, serta Kumpul sebagai mitra pelaksana desain pembelajaran.

Kepala BPPTIK Komdigi, Hamdani Pratama, mengapresiasi kolaborasi pentahelix antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.

“Melalui kerja sama seluruh pihak, kami berharap talenta digital di Palembang mendapatkan pelatihan berstandar internasional serta mampu berinovasi dengan memanfaatkan AI untuk menghadapi tantangan digital,” katanya.

Dengan kehadiran GENsi di Universitas Sriwijaya, diharapkan lahir generasi baru talenta dan inovator muda dari Sumatra Selatan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi digital nasional. Indosat pun berkomitmen terus menghadirkan konektivitas dan program pemberdayaan demi masa depan digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda