SGB Palembang Paparkan Risiko Investasi Komoditas Berjangka

327

PALEMBANG, BERITAANDA – Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) adalah salah satu alternatif investasi atau instrumen trading.

Layaknya investasi tentu memiliki peluang dan risiko. Dua hal ini harus khatam terlebih dahulu sebelum menanamkan modal.

Demikian dijelaskan Kepala PT Solid Gold Berjangka (SGB) Cabang Palembang, Putu Ryan di kegiatan media ghatering, Rabu (8/6).

Ryan memaparkan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum bertransaksi di PBK. Hal pertama yang mesti dipastikan ialah perusahaan pialang harus legal terdaftar resmi dan diawasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan terang Ryan.

Kedua, tambah Ryan, pastikan pialang atau wakil pialang yang menawari sudah mematuhi peraturan yang berlaku dalam proses penerimaan nasabah.

Ketentuan yang harus dipenuhi perusahaan tersebut tertuang dalam peraturan Bappebti Nomo 9 Tahun 2021 tentang penerimaan nasabah secara elektronik online di bidang perdagangan berjangka komoditi.

Beberapa ketentuan pialang dalam regulasi itu ialah menyampaikan profil perusahaan, risiko perdagangan, perjanjian pemberian amanat, peraturan perdagangan, dan sebagainya.

Selain itu, hal-lain yang mesti diketahui pula sebelum trading ialah tata cara transaksi, penyelesaian perselisihan, kontrak berjangka komoditi, dan tidak percaya dengan keuntungan yang pasti (fixed income).

“Dalam instrumen investasi apapun tidak ada kepastian profit. Terdapat potensi keuntungan, namun tetap ada risiko. Maka pada saat transaksi perlu memperhatian manajemen risiko, dana, dan dalam psikologi yang bagus,” kata Ryan.

Lebih lanjut Ryan mengaku bahwa SGB sebagai salah satu pialang resmi selalu mematuhi aturan yang berlaku dan berupaya memberikan pelayanan terbaik. Tercatat kinerja SGB Palembang semakin meningkat.

“Perusahaan amat memperhatikan regulasi yang berlaku. Tim kami juga selalu memastikan nasabah nyaman, aman, dan teredukasi dalam bekerja sama dengan kami,” jelas Ryan.

Berdasarkan laporan 2021, SGB Palembang berhasil menaikkan volume transaksi sebesar 200% dari tahun sebelumnya atau dengan total 5.000 Lot. Jumlah nasabah bertambah pula sebesar 100%.

“Target SGB Palembang tahun 2022, bisa mencapai total volume transaksi sebesar 10.000 Lot atau naik 200% dari tahun 2021. Adapun jumlah nasabah bisa mengalami kenaikan 200%,” tutup Ryan. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda