Selain dari Fraksi Golkar, Anggota DPRD OI Ini Juga Angkat Bicara Soal Karung Beras Bergambar Bupati

865
Karung beras bergambar Bupati Ogan Ilir banyak dispersoalkan warga.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Selain anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) dari Fraksi Partai Golkar M. Ikbal yang pertanyakan alasan Bupati HM. Ilyas Panji Alam menempelkan stiker foto pribadinya di karung beras paket sembako yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Senada juga disampaikan anggota dewan lainnya, yaitu Arham Fadoli.

Salah satu anggota Fraksi Bergerak asal Partai Berkarya dapil IV (Tanjung Batu – Payaraman) ini menjelaskan, akan lebih baik kalau bantuan dimaksud idealnya disebut atau ditulis bantuan dari Pemkab Ogan Ilir.

“Tak perlulah menyebut jabatan dan nama, karena sumber dana untuk bantuan itu juga diambil dari dana APBD. Saya pikir akan lebih elegan, bahkan bisa lebih mengangkat pamor bupati, karena bisa dinilai mempunyai sikap sebagai negarawan,” ucapnya saat berbincang dengan BERITAANDA, Kamis (30/4/2020) malam.

Kalau pun memang harus memakai foto atau nama, lanjutnya, sebaiknya bersama dengan foto ketua atau pimpinan DPRD. Sehingga lebih mencerminkan kebersamaan dan kekompakan antara dua lembaga.

“Ogan Ilir tak hanya terdiri dari pemda saja, juga ada DPRD-nya. Kalau dirasa penting ada gambarnya idealnya begitu,” pungkasnya.

BACA JUGA: Karung Beras Bergambar Bupati Ogan Ilir Dipersoalkan Netizen, Kenapa?

Seperti diketahui, beredar foto karung beras bergambar Bupati Ogan Ilir yang cukup menyedot perhatian publik. Bukan soal berapa banyak yang akan disalurkan, namun banyak pihak menyayangkan kenapa gambar yang menyebar, khususnya di medsos itu, terkesan hanya mencerminkan bupati seorang. Padahal dana sembako yang akan disalurkan berasal dari APBD OI.

Meski otoritas setempat semisal Dinas Sosial juga telah berstatement di beberapa media, dan telah menampik tidak ada kepentingan politik terkait pilkada, kemudian Bawaslu OI juga mengatakan gambar  atau tulisan itu sah-sah saja, tak pelak adanya hal ini memantik asumsi kalau kandidat calon bupati petahana mencuri kesempatan dibalik pandemi Covid-19 yang sedang melanda. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda