Sekda Paparkan Langkah Penanganan Corona di Tapsel

412

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo pada sidang kabinet terbatas penanganan penyebaran Covid-19, Sekda Tapsel Parulian Nasution mendengarkan arahan Sekjen Kemendagri terkait langkah antisipasi penanganan penyebaran Covid-19 melalui video converence di ruang rapat sekda, Jumat (3/4/2020).

Kepada Sekjen Kemendagri, sekda menuturkan Pemkab Tapsel akan menyikapi apa yang telah dikeluarkannya pada PP No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diteruskan dengan koordinasi dan kerjasama dalam upaya melaksanakan pembatasan sosial berskala besar agar terhindar dari resiko-resiko yang akan terjadi akibat Covid-19.

Berkaitan dengan hal itu, kami wajib melakukan penanggulangannya dengan satu komando yang sigap, tanggap dan peka terhadap situasi yang berkembang. Mengingat virus corona (Covid-19) yang cenderung semakin meluas penyebarannya yang diiringi dengan tingkat kematian yang semakin meningkat, sehingga hal ini sangat berdampak terhadap ekonomi, sosial dan budaya serta juga berdampak terhadap politik dan pertahanan keamanan.

Untuk itu kepada Gugus Tugas harus melaksanakan tugasnya dengan baik, mulai dari Gugus Tugas Pusat sampai kepada posko-posko yang sudah kita bentuk diseluruh kecamatan, dan posko-posko kecamatan perlu menjalin sinergitas antara pihak kecamatan, Puskesmas dan aparat desa untuk bersama-sama melakukan action plan dalam upaya pemberantasan Covid-19 yang tentunya pencegahan mandiripun wajib dilaksanakan di masing-masing keluarga.

Lebih lanjut dari itu, kita harus patuh terhadap maklumat Kapolri agar kita tidak melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan.

“Saya berharap kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda agar saling bergandengan tangan untuk ikut berpartisipasi dalam menciptakan pencegahan dengan upaya gotong-royong, menciptakan ketertiban di tengah masyarakat dan menciptakan prilaku hidup bersih dan sehat serta yakinkan kepada masyarakat untuk jaga jarak dan jangan bersentuhan agar terhindar dari Covid-19,” jelas dia.

“Saya minta kepada dinas kesehatan untuk tetap maksimal dalam melaksanakan tugas dengan semangat atas nama kemanusiaan, karena keselamatan rakyat harus dikedepankan, dan Dinas Kesehatan juga harus siap mengevakuasi andai kata ada korban yang terjangkit virus corona ini,” ujar Parulian.

Begitu juga dengan alat pelindung diri (APD) dan obat-obatan yang berkaitan dengan Covid-19 harus segera disiapkan, dan sikapi keluar masuknya orang ke daerah Tapsel agar kita lebih hati-hati dan waspada terhadap kemungkinan akan terjadinya penularan virus corona.

Sedangkan sebagai kebutuhan dasar yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, penyiapan sandang pangan dan perumahan bagi dampak sosial yang ditimbulkannya perlu diantisipasi lebih awal. Dengan video conference tadi, maka kami dari Pemkab Tapsel akan segera melakukan refokusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19.

Selanjutnya kami juga akan melakukan perhitungan yang berkaitan dengan jaring pengaman sosial, sehingga ketika terjadi gejolak ekonomi dan gejolak sosial yang pada gilirannya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, maka diperlukan upaya-upaya taktis dan strategis demi mengatasi kemungkinan terjadinya kepada masyarakat.

“Terjadinya pengurangan transfer dana pusat ke daerah, maka kami pun akan lebih hati-hati dan lebih mengatur ritme pengelolaan anggaran. Baik dari sisi pendapatan, pembiayaan, maupun penganggaran. Sehingga pada gilirannya PAD dapat diperhitungkan kembali sesuai dengan potensi-potensi yang ada,” pungkas dia. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda