Sehari Jelang Laga, Panitia Crosser Belum Kantongi Izin

649

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Setidaknya ratusan crosser dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) direncanakan unjuk kemampuan di Desa Cengal Kecamatan Cengal OKI, Sabtu (27/7/2019).

Dikabarkan sedikitnya 500 kupon disiapkan untuk meraih beragam doorprize, dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor matic Honda Beat. Biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu tidak menyurutkan animo warga.

Terlihat dari jumlah peserta mencapai 340 orang yang berasal dari sejumlah wilayah Kecamatan di OKI. Tidak ketinggalan Ketua DPC PDIP Abdiyanto Fikri dipastikan turun dalam olahraga ekstrem ini. Bahkan, meskipun harus diklarifikasi lebih lanjut, tersiar kabar Kapolres OKI AKBP Donni Eka Saputra pun direncanakan turut hadir meramaikan event terbesar pertama kali di Cengal ini.

Sementara itu, Abdiyanto menilai kegiatan ini berdampak positif bagi penggemar motor trail. Selain itu, ia menilai ajang ini dapat menjalin silaturahmi semakin hangat.

“Event ini cukup bagus dan tentu berdampak positif. Mungkin lebih seru lagi bila event ini dilanjutkan di tingkat kabupaten,” terangnya, Jumat (26/7/2019).

Dirinya mengaku sengaja datang untuk mengikuti event yang membutuhkan ketangguhan stamina pengendara dalam menunggang motor trail ini.

“Memang awalnya niat mengikuti event semacam ini. Sekarang sudah di Cengal, baru saja tiba,” ujarnya.

Kades Cengal, Bahar, yang juga ketua panitia mengungkapkan ajang tersebut sebagai silaturahmi antar anggota komunitas trail. Meski diperkirakan paling sedikit seribu orang yang terdiri dari penonton dan peserta diikuti tim mekanik masing-masing, memadati pusat kegiatan di lapangan sepakbola, Bahar justru menyebut perhelatan ini sebagai event kecil.

“Idak ah, dasar bae menyambung silaturahmi antar off-roader. Kegiatan ini semacam event tapi kecil-kecilan,” terangnya singkat.

Informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan, semangat sportifitas dalam ajang ini justru ternodai oleh ulah panitia penyelenggara kegiatan itu sendiri.

Meskipun perhelatan olahraga hanya tersisa kurang dari satu hari menjelang balap dimulai, namun disinyalir hingga petang tadi, panitia belum mengantongi izin penyelenggaraan kegiatan secara tertulis dari kepolisian dan pemerintahan setempat.

Terpisah, Kapolsek Cengal Iptu Eko Suseno saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, meskipun belum mengantongi izin tertulis, namun secara lisan, panitia sudah menyampaikan ke pihaknya.

“Terlepas sudah izin atau tidak, apalagi kegiatan dengan melibatkan jumlah massa banyak, aparat keamanan disiagakan pada sejumlah titik tertentu,” terangnya melalui sambungan ponsel.

Pemerhati otomotif sekaligus Ketua Ikatan Motor Indonesia Kabupaten OKI, Husni mengatakan, masalah perizinan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi panitia penyelenggara. Menurutnya, dengan melayangkan surat izin, pihak kepolisian dapat menentukan teknis pengamanan yang tepat.

“Terlebih lagi, event ini melibatkan ratusan peserta, sudah sewajarnya mengantongi izin penyelenggaraan,” terangnya

Baginya yang memiliki pengalaman dalam beberapa penyelenggaraan event otomotif di Bumi Bende Seguguk ini, panitia motocross tersebut dinilainya terbilang nekat jika mengadakan event dengan ratusan peserta tanpa izin resmi.

Disambungnya, surat izin bukan saja sebagai urusan administratif semata, melainkan juga sebagai legalitas penyelenggaraan kegiatan.

“Surat izin ini juga sekaligus bentuk dukungan pemerintah maupun pihak keamanan, yang sewaktu-waktu diperlukan saat terjadi hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Diakhir pembicaraan, Husni menyindir sikap tertutup panitia yang seakan enggan menginformasikan event ini dengan pihaknya.

“Sebagai perpanjangan tangan induk komunitas otomotif di daerah, kegiatan ini seharusnya dikabarkan dari awal dengan kami. Bukan lantaran kami ingin ikut diajak, diberitahu saja sudah merasa terhormat,” selorohnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda