Sambut Ramadhan, Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Lampung Gelar Zikir dan Doa Bersama Via Daring

165

LAMSEL-LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung mengadakan zikir dan doa bersama menyambut bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah. Kegiatan itu sekaligus menolak musibah pandemi Covid-19, Rabu (22/4/2020).

Kegiatan dimulai pukul 20.00 Wib yang dilakukan melalui metode dalam jaringan (daring), serta live streaming youtube Pemerintah Provinsi Lampung untuk tetap menjaga jarak fisik atau physical distancing.

Zikir dan doa bersama dipandu Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung Drs. KH. Basyaruddin Maisir dan diikuti oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, bupati/walikota se-Provinsi Lampung, anggota Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Ormas Islam, serta tokoh agama.

Di Lampung Selatan, kegiatan zikir dan doa bersama diikuti Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, Kapolres AKBP Edie Purnomo, Kasdim 0421 Mayor Infantri Agus Waluyo, Ketua MUI, Ketua PCNU, Ketua Muhammadiyah, Ketua FKUB, Penjabat Sekretaris Daerah Thamrin beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi menjelaskan relevansi dan urgensi kegiatan itu. Menurut dia, zikir dan doa bersama bertujuan untuk meminta perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 serta sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan.

“Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan. Sangat relevan kita menggelar zikir dan doa bersama dengan ulama-ulama se-Provinsi Lampung. Meski melalui daring dengan kondisi terpisah, namun yakinlah Allah mendengar doa kita bersama,” ujar Arinal mengawali kegiatan tersebut.

Menurut Arinal, sikap tawakkal dalam menghadapi musibah pendemi Covid-19 adalah melakukan ikhtiar dengan tetap menjaga jarak fisik dan tetap di rumah saja adalah bagian dari upaya memutus mata rantai penularan virus corona. Namun, menurutnya, upaya itu saja tak cukup bagi umat yang beriman. Sebab, senjata orang mukmin adalah doa. Karenanya, upaya akan maksimal manakala dipersenjatai dengan doa. Sehingga ikhtiar akan menghasilkan tujuan menghindar dari wabah manakala disertai dengan doa.

“Allah tidak akan memberi cobaan diluar kesanggupan hambanya. Kita semua berharap wabah ini segera pergi, begitu memasuki bulan suci Ramadhan kehidupan sudah kembali normal. Mari satukan hati dan bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan dan ketegaran untuk menghadapi semua ini,” ucap Arinal. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda