QRIS BRI Dorong Kemajuan UMKM dan Permudah Transaksi Digital di Lampung

54

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk terus berinovasi agar tetap kompetitif. Salah satu langkah adaptif yang kini banyak diambil adalah penerapan metode pembayaran digital menggunakan QRIS.

Penggunaan QRIS menjadi strategi penting bagi UMKM agar tetap relevan di era digital. Menjawab kebutuhan ini, BRI menghadirkan layanan QRIS BRI sebagai solusi pembayaran yang praktis dan efisien, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen.

Salah satu pelaku UMKM yang telah merasakan manfaat layanan ini adalah Sisil, pemilik usaha Raja Kebab di Lampung. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan QRIS BRI sangat membantu kelancaran operasional bisnisnya.

“Dulu pembeli sering kesulitan kalau tidak bawa uang tunai. Sekarang cukup scan QR pakai HP, prosesnya lebih cepat dan aman,” ujar Sisil.

Kebab buatannya yang dijual seharga Rp 5.000 per porsi, berisi kulit kebab, selada, kol, daging sapi, saus, dan mayones. Sisil memproduksi sendiri seluruh bahan dan mampu menjual 100 hingga 150 porsi per hari, bahkan meningkat hingga 500 porsi saat ada acara besar.

Ia telah menggunakan layanan QRIS BRI selama lebih dari satu tahun dan merasa sangat terbantu.

“Selain mempercepat transaksi, sistem ini juga memberikan rasa aman bagi penjual maupun pembeli,” tambahnya.

Kisah Sisil menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkan inovasi digital untuk tumbuh. Dengan dukungan layanan QRIS BRI, usaha kecil dapat lebih mudah berkembang dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Sebagai bagian dari transformasi digital BRI, layanan QRIS BRI memungkinkan merchant menerima pembayaran non-tunai dari berbagai aplikasi perbankan dan e-wallet, termasuk BRImo. Standarisasi QRIS juga mengurangi potensi kesalahan dalam transaksi, meningkatkan efisiensi dan keamanannya.

Komitmen BRI dalam mendukung UMKM tak hanya melalui pembiayaan, tapi juga melalui digitalisasi layanan keuangan yang inklusif.

Tak hanya pelaku usaha, kemudahan QRIS juga dirasakan masyarakat umum. Wendi, mahasiswa Universitas Lampung (Unila), mengaku terbiasa menggunakan BRImo untuk bertransaksi.

“Cukup scan barcode, langsung beres. Bahkan saat KKN di desa terpencil di Lampung Barat, saya masih bisa transaksi karena banyak agen BRILink,” ungkapnya.

BRI terus memperluas akses layanan digital melalui aplikasi super BRImo, yang menghadirkan fitur QRIS lengkap, termasuk QRIS Transfer yang memungkinkan pengguna mengirim dana ke berbagai bank atau aplikasi keuangan hanya dengan memindai QR code, tanpa perlu memasukkan nomor rekening.

Lewat inovasi berkelanjutan ini, BRI menegaskan perannya dalam mendorong inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem UMKM melalui teknologi. (*)

Bagaimana Menurut Anda