PWI OKI Dukung Sinergi Polda Sumsel–OJK Berantas Penipuan Digital dan Investasi Ilegal

9

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menyatakan dukungan terhadap sinergi antara Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel dalam upaya memberantas penipuan digital serta investasi ilegal yang semakin marak terjadi di berbagai daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua PWI OKI, Idham Syarief, didampingi Sekretaris Maniso dan jajaran pengurus saat menerima kunjungan Tim Pencegahan Kejahatan Siber Polda Sumsel, Senin (9/2/2027).

Menurut Idham, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, tetapi juga momentum penyampaian program Polda Sumsel yang telah bersinergi dengan OJK dalam merespons meningkatnya kejahatan keuangan digital.

Kejahatan tersebut meliputi berbagai modus, seperti penipuan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pinjaman online ilegal, hingga investasi bodong yang merugikan masyarakat luas.

“Kami mendukung penuh Gerakan Sumsel Berantas Scam. Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas yang dilakukan Polda Sumsel diharapkan mampu melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital,” ujar Idham yang akrab disapa Ata.

Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

Selain itu, kedua institusi juga sepakat bahwa peningkatan literasi keuangan masyarakat serta penguatan kapasitas penyidik menjadi prioritas utama dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital.

“Saya sangat mendukung upaya ini, mengingat penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam modus penipuan digital semakin meningkat, seperti rekayasa suara, manipulasi identitas, hingga phishing berbasis data pribadi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Polda Sumsel dan OJK merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menekan angka penipuan digital. Ini bukan hanya persoalan daerah, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda