Puluhan Anggota Polres OKI Turun ke Jalan

1940

KAYUAGUNG – OKI, BERITAANDA – Puluhan personel gabungan Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, laksanakan razia kendaraan roda dua dan roda empat sebagai langkah antisipasi dan minimalisir tindak pidana jalanan, Sabtu (25/1/2020) malam.

Razia yang mulai digelar sekira pukul 21.00 Wib di Jalan Lintas Timur Kelurahan Jua – jua Kayuagung OKI ini, sasaran utamanya adalah pemeriksaan terhadap barang bawaan orang maupun kendaraan yang melintas, apakah terdapat senjata tajam maupun senjata api.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra menjelaskan, ini salah satu bentuk upaya pencegahan tindak pidana jalanan di wilayah Sumatera Selatan. Cara bertindaknya kami melakukan patroli pada hari libur atau malam Ahad dalam skala besar. Kemudian di suatu tempat menggelar razia.

“Razia yang dilakukan adalah memeriksa orang dan barang – barang di kendaraan yang kemungkinan bisa digunakan untuk lakukan tindak pidana seperti sajam dan senpira,” ujarnya.

Dilanjutkan Donni, walaupun pada saat diperiksa tidak ada surat menyurat, pengemudi kami sarankan diambil sesuai keterangannya. Kalau surat menyuratnya ada, kendaraannya akan  dikembalikan, karena memang bukan razia kendaraan tetapi fokusnya barang berbahaya termasuk juga narkoba.

“Paling tidak, inilah upaya preventif kami mencegah niat orang untuk melakukan tindak kejahatan sehingga tidak terjadi. karena kita tahan dulu, diberhentikan dan diperiksa serta diamankan apabila terdapat ada barang berbahaya di kendaraan ataupun di badannya orang yang diperiksa,” ungkapnya.

Donni juga mengatakan, saat ini saya belum dapat laporan secara detil karena seluruh Polsek-Polsek melakukan hal serupa di setiap kecamatan dan patroli di tempat – tempat menyediakan minuman keras yang disinyalir dengan orang mengkonsumsinya emosi akan labil dan bisa akibatkan konflik perkelahian.

“Ini juga menjadi fokus kita, sehingga hasil sampai dengan saat ini masih belum bisa didata secara detil. Namun sudah mendapat laporan bahwa ada beberapa minuman keras yang kita sita dan sajam didapatkan juga disita. Jumlahnya masih terus didata sampai dengan tengah malam nanti, hingga kegiatan selesai dilaksanakan,” terangnya. (Iwan).

Bagaimana Menurut Anda