Proyek Jalan Strategis Dimulai, Ketua DPRD Lampung Ingatkan Kontraktor Jangan Main-main

8

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ia menekankan pentingnya kualitas dan daya tahan sebagai prioritas utama dalam setiap proyek.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri groundbreaking perbaikan ruas jalan strategis Jabung–SP Labuhan Maringgai sepanjang 6,2 kilometer, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK).

Ruas jalan tersebut memiliki peran vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat Lampung Timur, sekaligus menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian.

Giri mengungkapkan, proyek ini merupakan hasil perjuangan aspirasi anggota DPRD dari daerah pemilihan Lampung Timur. Karena itu, ia menegaskan bahwa manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami tidak ingin jalan ini baru dibangun, tetapi dalam beberapa tahun уже rusak. Pekerjaan harus dilakukan dengan kualitas terbaik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kontraktor pelaksana, PT Rezeki Raya Abadi, untuk bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, pengawasan yang ketat menjadi kunci agar hasil pembangunan tidak mengecewakan.

Lebih lanjut, Giri menyebut Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung akan turun langsung meninjau progres pembangunan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah.

Target ambisius pun dipasang. Pada 2026, capaian jalan mantap provinsi di Lampung Timur ditargetkan mencapai 98 hingga 100 persen.

“Ini bukan sekadar proyek jalan, melainkan upaya besar dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia turut mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, kepala desa, hingga warga, untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga kualitas jalan tersebut.

“Ini jalan kita bersama. Mari kita jaga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Giri juga mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati meskipun kondisi jalan nantinya sudah baik. Menurutnya, infrastruktur yang layak tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Jalan ini adalah penggerak ekonomi. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar dan aktivitas ekonomi semakin tumbuh,” pungkasnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda