Polri Gencarkan Gerakan Pangan Murah di Lampung, Salurkan Puluhan Ton Beras untuk Warga

39

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama jajaran Polres terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Sejak dimulai pada 8 Agustus 2025, ribuan kilogram beras telah disalurkan kepada masyarakat diberbagai kabupaten/kota di Lampung.

Pelaksanaan GPM diawali pada Jumat (8/8/2025) di Polres Pesawaran dan Polres Pringsewu dengan total penyaluran lebih dari 4 ton beras. Dua hari kemudian, Ahad (10/8/2025), Polresta Bandar Lampung mendistribusikan 2,25 ton beras kepada warga.

Kegiatan berlanjut pada Senin (11/8/2025) dengan penyaluran 2 ton beras di Polres Metro dan 650 kilogram di Polres Lampung Selatan. Pada Selasa (12/8/2025), Polres Metro kembali menyalurkan 2 ton beras, disusul Polres Lampung Utara dengan jumlah yang sama.

Agenda berikutnya, Rabu (13/8/2025), GPM akan digelar di tiga lokasi, yakni Polres Way Kanan di Pasar Pemda Blambangan (2 ton), Polres Lampung Selatan di Terminal Reguler Bakauheni (1,35 ton), dan Polres Lampung Utara di halaman Mapolres setempat (500 kilogram).

Puncak kegiatan dijadwalkan pada Kamis (14/8/2025) dengan kick off GPM di Polda Lama, yang dilaksanakan serentak di 35 titik Polres jajaran. Targetnya, 74 ton beras akan didistribusikan kepada masyarakat.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika mengatakan, kegiatan ini merupakan instruksi langsung Kapolri agar Polri hadir membantu masyarakat.

“GPM ini menjadi langkah nyata Polri dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambahkan, hingga saat ini Polri diseluruh Indonesia telah mendistribusikan sekitar 2.225 ton beras SPHP. Ia berharap GPM dapat dimaksimalkan hingga ke tingkat polsek.

“Harapan kita, harga beras baik medium maupun premium dapat sesuai bahkan di bawah HET, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses beras dengan harga terjangkau,” kata Sigit.

Menurutnya, masih ada sekitar 1,3 juta ton beras SPHP yang akan disalurkan hingga akhir tahun. Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan tokoh masyarakat untuk mendukung program pangan nasional.

“Polri akan terus melaksanakan kebijakan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Salah satu warga Bandar Lampung, Mutia, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, harga beras yang dijual relatif terjangkau dan sangat membantu masyarakat.

“Tapi harapannya jangan sampai ada spekulan yang memanfaatkan momentum ini, jadi pengawasan dan antisipasi perlu dilakukan,” ujarnya.

Dengan dukungan semua pihak, GPM diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga wajar. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda