Polri Gelar Gerakan Pangan Murah, 3.256 Ton Beras SPHP Disalurkan di Lampung

43

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Polda Lampung terus menggencarkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri. Upaya ini menjadi bagian dari dukungan Polri dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan disparitas harga beras di pasaran.

Langkah tersebut sekaligus sejalan dengan komitmen Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, yang memiliki pengalaman panjang dalam pengendalian harga pangan nasional saat menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri. Pengalaman itu kini diterapkan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di wilayah Lampung tetap terjaga.

Kegiatan GPM digelar serentak oleh Ditreskrimsus Polda Lampung bersama seluruh Satgas Pangan Polres jajaran. Hingga Kamis (13/11/2025), tercatat 3.256,4 ton beras SPHP telah disalurkan kepada masyarakat Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kestabilan harga pangan di daerah.

“Polri ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga,” ujar Yuyun.

Menurut data Satgas Pangan, penyaluran beras SPHP dilakukan serentak di berbagai kabupaten. Pada hari yang sama, Ditreskrimsus Polda Lampung menyalurkan 32,5 ton, sementara Polres jajaran menyalurkan total 32 ton yang tersebar di Polres Way Kanan, Tanggamus, Lampung Barat, dan Tulang Bawang Barat.

Yuyun menjelaskan bahwa Polda Lampung berkomitmen memperluas distribusi pangan agar tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran.

“Gerakan Pangan Murah Polri bukan sekadar penjualan beras, tetapi juga strategi menjaga kestabilan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Dalam hasil evaluasi Satgas Pangan, Polres Lampung Timur menjadi penyalur terbanyak dengan 535 ton, disusul Polres Lampung Selatan (493 ton) dan Polres Lampung Tengah (311 ton). Hingga kini, total distribusi dari Ditreskrimsus dan seluruh Polres jajaran telah mencapai 74,3 persen dari target 4.382 ton.

Yuyun menegaskan bahwa GPM tidak hanya berfokus pada penyaluran beras, tetapi juga memastikan distribusi tepat sasaran.

“Kami pastikan penyaluran dilakukan secara transparan dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Selain itu, Polda Lampung juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Bulog untuk memantau pergerakan harga beras di pasar.

“Dengan sinergi ini, kami berharap harga beras tetap stabil dan masyarakat terbantu, terutama menjelang akhir tahun,” tutup Yuyun.

Berdasarkan data terkini, total beras SPHP yang telah disalurkan oleh tujuh komponen di Provinsi Lampung mencapai 13.135 ton, atau 29,9 persen dari total target 43.826 ton. Program ini menjadi salah satu bukti komitmen Polri dalam menjaga ketahanan pangan serta meringankan beban ekonomi masyarakat. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda