Polres OKI Dampingi Gubernur Sumsel Pantau Karhutla, Asap Jungkal Mengarah ke Palembang

10

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi perhatian serius setelah asap dari wilayah Jungkal dan Sungai Bungin terpantau mengarah ke Kota Palembang. Pemantauan dan penanganan intensif terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas serta menekan dampak asap terhadap masyarakat.

Polres OKI turut mendampingi kunjungan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru ke Kantor Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Ahad (11/10/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta diwakili Wakapolres OKI Kompol Hamsal SH MH.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan karhutla, termasuk sebaran titik api, arah pergerakan asap, serta wilayah yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Gubernur Sumsel hadir bersama Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki SE M.Si, Kepala BPBD Provinsi Sumsel M. Iqbal Alizjahbana dan jajaran Manggala Agni. Turut hadir personel Manggala Agni serta Bhabinkamtibmas Polsek Kayuagung Aipda Edwin Aldrien.

Dalam pertemuan itu, Sekretaris Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Muhammad Aldin, memaparkan perkembangan titik api dan kondisi angin di wilayah terdampak. Pergerakan angin ke arah utara menyebabkan asap dari lokasi kebakaran di OKI terbawa menuju Palembang.

Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla karena dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain. Sebaran asap berpotensi mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Usai menerima paparan, Gubernur Herman Deru bersama Bupati OKI dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, untuk meninjau langsung kondisi wilayah yang menjadi salah satu fokus penanganan karhutla.

Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan, bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam upaya penanggulangan karhutla, mulai dari pemantauan titik api hingga pelaksanaan pemadaman di lapangan.

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat. Kami mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat, sekaligus mendorong agar setiap titik api yang ditemukan segera ditangani sehingga kebakaran tidak meluas dan dampak asap dapat ditekan,” ujar Kapolres OKI.

Keterlibatan Polres OKI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi untuk mendukung penanggulangan karhutla di wilayah OKI. Selain pemadaman, pemantauan kondisi lapangan dan penyampaian informasi yang akurat juga diperlukan untuk menentukan langkah penanganan secara tepat.

Penanganan karhutla di kawasan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala meskipun api di permukaan telah padam. Oleh karena itu, pemantauan dan upaya pemadaman perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan titik-titik kebakaran benar-benar terkendali.

Melalui sinergi seluruh pihak, penanganan karhutla di OKI diharapkan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mengurangi dampak asap yang berpotensi menjangkau daerah lain, termasuk Kota Palembang. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda