Polda Sumsel Salurkan 135 Ton Beras untuk 20 Ribu Warga Lewat Gerakan Pangan Murah

7

PALEMBANG, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan menggelar gerakan pangan murah Polri secara serentak di 47 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam program tersebut, Polda Sumsel bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 135,5 ton beras kepada sekitar 20.325 warga, sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung kegiatan pemusatan gerakan pangan murah yang digelar di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Jumat (13/3/2026) pagi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran Forkopimda, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejaksaan Tinggi Sumsel, serta pimpinan Perum Bulog Wilayah Sumsel–Babel.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memiliki kaitan erat dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, keterjangkauan harga bahan pokok menjelang momentum Idul Fitri menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, tetapi juga stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar Sandi Nugroho.

Program gerakan pangan murah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, Polda Sumsel menyalurkan beras melalui 47 titik distribusi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Di lokasi pemusatan di Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Perum Bulog menyediakan sekitar 10 ton beras yang dikemas dalam puluhan ribu paket untuk masyarakat. Setiap pembelian beras juga disertai bonus bahan kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng, gula, atau kecap sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel–Babel Mersi Windrayani menyampaikan, bahwa Gudang Bulog Sukamaju memiliki kapasitas penyimpanan hingga sekitar 21.000 ton beras. Saat ini, stok beras yang tersedia mencapai sekitar 16.000 ton, serta stok minyak goreng sebanyak 259.560 liter.

Bulog juga tengah menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 968.499 penerima manfaat di Sumatera Selatan, dengan total alokasi sekitar 19.369 ton beras pada periode Februari hingga Maret 2026.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi langkah Polri yang dinilai berperan penting dalam membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang lebaran. Ia menilai pelaksanaan gerakan pangan murah secara serentak mampu menekan potensi lonjakan harga sekaligus mencegah panic buying di masyarakat.

“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang lebaran,” ujar Herman Deru.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan, bahwa gerakan pangan murah yang digelar serentak ini merupakan implementasi nyata program Presisi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan dasar, termasuk pangan,” kata Nandang. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda