Polda Lampung Salurkan 300 Paket Sembako untuk Driver Ojek Online di Hari Bhayangkara ke-79

17

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Raut haru tampak di wajah-wajah para pengemudi ojek online yang berkumpul di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung pada Selasa (24/6/2025) pagi.

Dibawah terik matahari yang menyengat, mereka tetap berdiri tegak. Bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hari ini mendapat perhatian tulus dari institusi Polri.

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polda Lampung melalui kepemimpinan Irjen Pol Helmy Santika menyerahkan 300 paket bantuan sosial kepada para pengemudi ojek online.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Lampung Ny. Lurie Helmy Santika serta Ketua Seksi Bhakti Sosial dan Bhakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-79, Kombes Pol Drs. Supriadi MM. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam denyut kehidupan masyarakat kecil.

“Harapan kita, kegiatan ini betul-betul bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pengemudi ojek online. Kita tahu bersama bahwa kebutuhan pokok semakin hari semakin berat, dan semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ucap Kapolda Lampung Irjen Helmy dengan nada tenang namun penuh empati.

Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok yang kini semakin sulit dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah, seperti 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, 2 bungkus mi telur, 1 kotak teh celup, 1 kg tepung terigu, 1 botol sirup ABC, dan 1 kaleng susu kental manis.

Bagi sebagian dari mereka yang menerima, bantuan ini bukan sekadar bingkisan. Ini adalah bukti bahwa jerih payah mereka di jalanan tidak dipandang sebelah mata.

“Polri saat ini harus menyatu dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran kami, bukan hanya saat ada masalah, tapi juga dalam kebahagiaan. Terlebih, para pengemudi ojek online adalah pahlawan kehidupan harian, mereka patut mendapat tempat di hati kami,” ujar Kapolda dengan tegas.

Seorang pengemudi ojek online, Budi (38), tak mampu menahan air mata saat menerima bingkisan tersebut.

“Sudah lama saya merasa sendirian di jalan. Tapi hari ini saya merasa dihargai, saya merasa diperhatikan. Terima kasih, pak polisi,” ujarnya lirih sambil memeluk paket sembako yang diterimanya dengan tangan bergetar.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, momen ini menjadi jembatan harapan dan kedekatan antara polisi dan masyarakat, yang selama ini kerap terpisah oleh sekat persepsi dan kesibukan masing-masing.

Suasana semakin mengharukan ketika Bhayangkari Daerah Lampung turut langsung menyapa para driver, menyerahkan sembako satu per satu, disertai senyum hangat dan sapaan tulus.

Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen ini dengan berfoto bersama, sebagai bentuk kenang-kenangan atas peristiwa yang langka dan penuh makna ini.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan, agar ke depan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat dan bermakna.

Dibalik helm dan jaket lusuh, ada peluh perjuangan yang hari ini mendapat pelukan kehangatan dari negara. (*)

Bagaimana Menurut Anda