Pesantren Darul Mursyid Perdana Pengguna Webiner di Tapsel

1240

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM), beralamat di Desa Sidapdap-Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan (Tapsel), terus berinovasi dengan menambah fasilitas pembelajaran modern.

Adalah ‘Webinar’, salah satu teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengadakan seminar, talkshow, diskusi, belajar jarak jauh dan kegiatan lainnya, yang dilakukan secara online atau menggunakan internet tanpa harus bertatap muka sama sekali.

Launching Webinar dibuka oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir), Jafar Syahbuddin Ritonga DBA selaku badan pengelola PDM, dihadiri seluruh santri, guru dan karyawan PDM, dan difasilitasi oleh Joko Intarto dari Jakarta.

Joko Intarto selaku fasilitator Webinar itu mengatakan, PDM adalah salah satu sekolah perdana yang menggunakan Webinar. Sebab biasanya, Webinar ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang memiliki cabang di berbagai daerah untuk memudahkan koordinasi.

“Luar biasa kemauan PDM ini. Setahu saya, PDM merupakan sekolah perdana penggagas menggunakan Webinar yang biasanya digunakan oleh perusahaan besar yang memiliki cabang diberbagai daerah untuk keperluan rapat,” jelasnya.

Perusahaan besar itu berpendapat, dengan Webiner mereka mengefesiensi biaya dan waktu, dengan tetap bisa berkomunikasi dan tatap muka. Karena itu, imbuh Joko, PDM ini sudah sangat luar biasa. Diprediksi lima tahun atau sepuluh tahun mendatang akan banyak sekolah mengikuti jejak PDM.

Pemilik perusahaan Jagaters tersebut lalu mensimulasikan Webiner dengan menghubungkan para santri PDM dengan Andre, mahasiswa Indonesia kuliah di China, dan Edi Susanto dari Kedutaan RI di Den Haag, Belanda. Para santri berkomunikasi langsung.

Sementara Direktur Pesantren Darul Mursyid, Jafar Syahbuddin menuturkan, pihaknya sengaja bekerjasama dengan Joko Intarto dalam rangka menambah fasilitas pembelajaran yang modern di PDM. Dengan harapan generasi anak bangsa kedepan mampu bersaing.

“Saya berharap, ini bisa dimanfaatkan dengan baik, menambah pengalaman interaksi melalui media Webinar. Para santri bisa bertanya langsung tentang pengalaman mahasiswa Indonesia yang ada di luar negeri, sehingga memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujarnya.

Jafar menilai, dari hasil interaksi dengan mahasiswa tersebut, para santri jadi tahu bahwa biaya hidup dan sekolah di luar negeri tidak jauh berbeda. Bahkan di negara tertentu seperti China, biaya pendidikannya lebih murah dibanding beberapa universitas dalam negeri.

Komitmen PDM, harus menjadi ikon lembaga pendidikan yang ‘up to date’ mengikuti perkembangan teknologi. Dimana generasi anak bangsa harus diperkenalkan dengan kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan atau gagap teknologi.

“PDM terus mengikuti perkembangan teknologi untuk peningkatan pelayanan pendidikan. Karena kita harus mempersiapkan generasi yang melek teknologi. Untuk itu, Webinar ini harus dimaksimalkan,” tandas Alumni S3 USM Penang Malaysia tersebut.

Kepala Divisi Humas dan Pemasaran PDM, Asep Safa’at Siregar menambahkan, launching Webinar itu adalah salah satu bukti bahwa PDM terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas pendidikannya selaras dengan kemajuan zaman dan teknologi modern.

“Dengan ketersediaan Webiner, akan bisa membuka wawasan sekaligus memotivasi anak didik kami semakin giat dan semangat belajar, sehingga nantinya sukses menembus perkuliahan di universitas berkualitas di luar negeri,” kata Asep Safa’at.

Katanya lagi, dengan Webinar ini anak didik mereka bisa belajar jarak jauh dengan narasumber yang kompeten, tapi tidak memakan biaya terlalu besar. Asep mengaku Webinar ini benar-benar sangat membantu dalam memperkaya wawasan anak didik mereka. (Anwar/ril)

Bagaimana Menurut Anda