Perkuat Sinergi Pengamanan Idul Fitri, Kapolda Lampung Pimpin Rakor Lintas Sektoral

8

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Gedung Serba Guna (GSG) Polda Lampung, Senin (9/3/2026).

Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antara Polri, TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam mengamankan mobilitas masyarakat selama momentum lebaran.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa pengamanan Idul Fitri merupakan operasi kemanusiaan berskala nasional yang menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pengaturan lalu lintas, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Pengamanan Idul Fitri bukan hanya tugas Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Kapolda Lampung.

Dalam rakor tersebut dipaparkan berbagai langkah strategis pengamanan yang difokuskan pada pengendalian arus mudik dan arus balik, pengamanan pusat keramaian, serta pengawasan terhadap objek vital nasional di wilayah Provinsi Lampung.

Tercatat terdapat sejumlah titik prioritas pengamanan selama periode operasi lebaran, meliputi 4 pelabuhan, 3 bandara, 15 stasiun, 16 terminal, 209 objek wisata, 3.832 masjid, serta 2.276 lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polda Lampung akan mendirikan 93 pos pengamanan yang terdiri dari 57 pos pengamanan, 19 pos pelayanan, 1 pos terpadu, serta 16 posko bencana yang tersebar diberbagai titik strategis jalur mudik.

Berdasarkan hasil analisis dan pemetaan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13 hingga 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 hingga 28 Maret 2026.

Sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa, Pelabuhan Bakauheni menjadi salah satu fokus utama pengamanan. Berdasarkan data kesiapan dari KSOP dan ASDP, pelabuhan tersebut memiliki kapasitas parkir hingga 6.919 kendaraan kecil dengan daya angkut mencapai 31.986 kendaraan per hari yang didukung puluhan armada kapal penyeberangan.

Selain itu, sejumlah pelabuhan alternatif juga disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan volume kendaraan saat arus mudik maupun balik, diantaranya PT Bandar Bakau Jaya (BBJ), PT Wika Beton, serta PT Sumur Makmur Abadi (SMA).

Rakor juga membahas langkah mitigasi terhadap potensi bencana maupun kecelakaan laut di wilayah Selat Sunda, termasuk kesiapan personel SAR, kapal patroli, ambulans, hingga dukungan helikopter untuk operasi evakuasi darurat.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, akan diterapkan skema rekayasa lalu lintas serta pemanfaatan buffer zone atau kantong parkir di sejumlah titik strategis di jalur tol maupun jalur arteri menuju Pelabuhan Bakauheni.

Melalui rakor lintas sektoral ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kesiapan operasional guna memastikan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Provinsi Lampung berjalan aman, lancar, dan kondusif. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda