Peringati Hari Sumpah Pemuda, SMPN 1 Tanjung Batu Gelar Beragam Lomba

76
Salah satu pemenang Semarak Lomba Bulan Bahasa menerima hadiah dari Kepala Sekolah, Lisannudin.

OGAN ILIR, BERITAANDA – Setelah digelar sejak tanggal 13 hingga 21 Oktober 2025 lalu, berbagai perlombaan dan pertunjukan yang ditampilkan oleh siswa-siswi SMPN 1 Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, akhirnya ditutup dengan acara seremonial kegiatan puncak berupa pemberian hadiah kepada para pemenang lomba, Selasa (28/10/2025) siang.

Adapun kegiatan yang bertajuk ‘Semarak Lomba Bulan Bahasa’ tersebut diantaranya meliputi perlombaan cerdas cermat, stand up comedy, majalah dinding, story telling, cipta pantun, dan baca puisi, yang diikuti oleh siswa-siswi dari perwakilan setiap kelas di sekolah itu.

Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjung Batu, Lisannudin S.Pd.I menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar selama ia memimpin sekolah tersebut. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus menjadi ruang kreasi bagi para siswa-siswi.

“Jadi hari ini kita menggelar acara puncak dari rangkaian Hari Sumpah Pemuda, yang mana di bulan Oktober ini juga dikenal sebagai Bulan Bahasa. Kita berharap gebrakan yang dilakukan ini dapat menjadikan siswa lebih mampu mengeksplorasi diri, mencintai tanah air, serta meningkatkan prestasi dan minat mereka dalam kegiatan kreatif,” terangnya.

Ketua OSIS saat diwawancarai usai kegiatan puncak Semarak Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa.

Sementara Ketua OSIS, Muhammad Iqram Kurmanaji, saat dibincangi BERITAANDA mengungkapkan rasa senangnya bisa berkontribusi sehingga acara berjalan lancar.

“Kami berterima kasih kepada kepala sekolah dan dewan guru sehingga acara dapat berjalan sesuai harapan. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini akan lebih meriah lagi, dapat mendorong kami untuk lebih berprestasi, dan menjadikan SMPN 1 Tanjung Batu semakin dikenal luas secara positif,” tutupnya singkat.

Di acara puncak Semarak Lomba Bulan Bahasa tersebut, selain pemberian hadiah bagi para pemenang lomba, tampak para siswa-siswi mengenakan pakaian daerah. Siswa laki-laki mengenakan batik, sedangkan siswa perempuan memakai kebaya, sehingga semakin menyemarakkan suasana acara. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda