LAMPUNG TIMUR, BERITAANDA – Pemerintah pusat resmi mengambil alih pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Jembatan yang direncanakan memiliki panjang sekitar 100 meter ini akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai lebih dari Rp80 miliar.
Pengambilalihan proyek dilakukan setelah kondisi para pelajar yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Selama bertahun-tahun, warga, termasuk anak-anak sekolah, terpaksa menghadapi risiko keselamatan akibat belum tersedianya akses jembatan yang layak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Timur, Primadhiarta Ramadheni mengatakan, bahwa pemerintah pusat akan melanjutkan pembangunan jembatan yang sebelumnya mangkrak.
“Proyek ini masuk dalam program Jembatan Merah Putih yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta keselamatan masyarakat,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, masyarakat diminta untuk bersabar karena proses pembangunan saat ini masih berada pada tahap pendataan dan perencanaan secara komprehensif.
Pemerintah tengah memetakan kebutuhan material serta teknis konstruksi yang berkelanjutan agar jembatan dapat dibangun sesuai dengan kondisi alam setempat.
Sebagai langkah sementara, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Pemerintah Provinsi Lampung berencana membangun jembatan gantung sementara.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas warga dan pelajar selama pembangunan jembatan utama berlangsung.
Diketahui, proyek Jembatan Way Bungur telah mangkrak sejak tahun 2022. Dalam pembangunan sebelumnya, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang menyebabkan proyek tersebut terhenti. (*)



























