Pembentukan Satgas Covid-19 DPRD OKI Dipertanyakan

320
Ketua Aliansi LSM Kabupaten OKI, Hary Putra.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Ketua Aliansi LSM Kabupaten OKI, Hary Putra mengungkapkan, belum ada hasil kerja nyata dewan yang signifikan terhadap upaya percepatan penanganan Covid-19 di Ogan Komering Ilir (OKI).

“Lucu, ketika DPRD OKI melalui satgasnya mempertanyakan kinerja Gugas Kabupaten seperti di pemberitaan itu. Justru rakyat yang bertanya, DPRD sudah berbuat apa untuk mereka dalam menghadapi corona ini,” ungkap Hary, Ahad (17/5/2020).

Hary mengatakan, DPRD harusnya memfokuskan kerja-kerja untuk turut membantu mengatasi wabah virus corona. Sesuai fungsi legislasinya, mestinya DPRD mampu mengeluarkan produk-produk legislasi yang mendukung penangan Covid-19, bukan justru nyinyir mencari panggung.

“Kita belum lihat apakah ada peraturan-peraturan atau produk legislasi DPRD OKI yang membantu percepatan penanganan Covid-19 di Ogan Komering Ilir,” ujar pria berkaca mata ini.

Hary juga menyorot pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 DPRD OKI yang mendapuk Made Indrawan selaku koordinator. Peran dan fungsi Satuan Tugas di lembaga legislatif itu, tambah Hary, patut menjadi perhatian agar tidak terjadi tumpang tindih dengan Gugus Tugas Kabupaten.

“Kalau nanti Satgas DPRD OKI bagi-bagi sembako atau lakukan penyemprotan disinfektan patut dipertanyakan,” kata dia seraya menambahkan, karena kerja-kerja itu sudah jauh hari dilakukan Gugus Tugas Kabupaten.

Lain lagi, tambah Hary, jika pembentukan Satgas di DPRD itu lebih ke arah pengawasan kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan wabah Covid-19 di Ogan Komering Ilir.

Soal dukungan anggaran Satgas Covid DPRD juga jangan luput dari perhatian publik. Jika menggunakan APBD, tentu harus sesuai dengan mekanisme refocusing anggaran yang ditetapkan oleh Kemenkeu dan Mendagri.

“Dari sekian OPD yang menerima dana refocusing, kita pantau tidak ada Sekwan atau anggota DPRD yang mengajukan. Jadi jika menggunakan APBD mekanisme penganggaran Satgas di DPRD itu seperti apa?” tanya dia.

Lain lagi jika Satgas DPRD itu dibiayai melalui iuran dari anggota dewan itu sendiri. “Kalau sumbangan pribadi, ya tidak masalah, justru sumbangsih itu yang ditunggu masyarakat saat ini,” ujar dia.

Sementara Dudi Husfalegi, salah satu tokoh pemuda OKI meminta kepada DPRD dan pemerintah daerah untuk fokus dalam penanganan Covid-19. Dalam kondisi seperti ini, menurut dia, bukan saatnya untuk silang pendapat, melainkan kerja nyata yang diperlukan.

“Dalam kondisi sulit ini semua pihak harus bekerjasama menggulangi Covid-19 maupun dampak ekonominya. Bukan saling mencela. Kerja nyata pemangku kepentingan yang ditunggu rakyat,” tegas dia.

Dudi menambahkan, di saat para petugas medis berjuang di garis terdepan melawan corona, mestinya semua pihak berempati. “Sudah sekian banyak petugas medis OKI terpapar virus corona, kita patut prihatin. Mereka butuh dorongan moral juga keluarganya,” pungkas Dudi. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda