Operasi Pekat Musi 2026 Tuntas, Polda Sumsel Amankan 3.565 Tersangka

1

PALEMBANG, BERITAANDA – Dalam 16 hari pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026, Polda Sumatera Selatan (Sumnsel) menunjukkan respons cepat dan terukur terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat. Sebanyak 3.243 kasus berhasil diungkap dan 3.565 tersangka diamankan selama periode 13–28 Februari 2026.

Operasi ini digelar untuk memastikan ibadah Ramadan 1447 Hijriah berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Lebih dari sekadar agenda rutin, Pekat Musi 2026 menjadi instrumen strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah pada momentum sosial-keagamaan yang memiliki sensitivitas tinggi.

Dari total kasus yang terungkap, premanisme mendominasi dengan 1.691 kasus, disusul minuman keras 568 kasus dan street crime 309 kasus. Aparat juga mengungkap 132 kasus narkoba, 132 prostitusi, 119 perjudian, serta 250 kasus petasan.

Selain penindakan, personel turut melakukan 16 penertiban kampung narkoba serta 26 penertiban tempat hiburan malam.

Sebanyak 858 kasus masuk dalam target operasi (TO), sedangkan 2.385 lainnya merupakan hasil pengembangan non-TO, mencerminkan inisiatif aktif personel di lapangan.

Seluruh kegiatan operasi terdokumentasi melalui sistem Early Warning System (EWS) dan Smart Operation Technology (SOT). Tercatat 7.782 kegiatan EWS dan 164.626 kegiatan SOT selama operasi berlangsung, tanpa satu pun kegiatan berstatus level tinggi.

Data tersebut menunjukkan eskalasi gangguan keamanan berhasil dicegah sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

Di wilayah kewilayahan, Polres Lubuk Linggau mencatat 429 kasus/kegiatan, disusul Polres Muara Enim 426, dan Polres Musi Rawas 414.

Pada tingkat satuan kerja Polda, Dit Samapta mencatat 50 kasus, Dit Resnarkoba 14 kasus, serta Dit Reskrimum dan Dit Res PPA & PPO masing-masing tiga kasus.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan, bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga ketertiban masyarakat.

“Operasi Pekat Musi 2026 membuktikan bahwa Polda Sumsel tidak memberi ruang bagi penyakit masyarakat berkembang di bulan suci Ramadhan. Lebih dari tiga ribu kasus yang terungkap merupakan bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

Keberhasilan operasi ini berdampak langsung pada terciptanya suasana Ramadhan yang aman dan kondusif. Tidak adanya eskalasi kasus berstatus level tinggi dalam sistem SOT menjadi indikator objektif bahwa situasi keamanan tetap terkendali. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda