Oknum ASN di OKI Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur

29
Ilustrasi

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial EM yang diduga berdinas di Bagian Kerja Sama Setda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dilaporkan ke pihak kepolisian. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur berusia 10 tahun hingga mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, di kediaman pelaku yang berlokasi di Perumahan Griya Jua-Jua Permai Blok B, Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten OKI.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, anak tersebut dipukul berulang kali menggunakan sapu hingga mengalami luka dibeberapa bagian tubuh.

“Anak saya dipukul berkali-kali dengan sapu, sekarang ada luka di tubuhnya,” ujar pihak keluarga korban, Jumat (27/3/2026).

Kejadian ini terungkap saat korban pulang ke rumah dan mengeluhkan rasa sakit. Setelah ditanya, korban mengaku telah dianiaya oleh pelaku yang merupakan orang tua dari temannya sendiri.

Mendengar hal tersebut, keluarga korban langsung mendatangi rumah pelaku untuk meminta penjelasan. Saat dikonfirmasi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia berdalih emosi karena korban kerap meneriakkan namanya saat melintas di depan rumahnya.

“Pelaku mengakui memukul anak saya karena emosi. Bahkan, sepeda anak saya juga sempat ditahan tanpa alasan,” jelas keluarga korban.

Atas kejadian ini, pihak keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat berwenang.

“Kami ingin pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas dia.

Sementara itu, pihak kelurahan setempat mengaku telah berupaya memediasi kedua belah pihak secara kekeluargaan. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan.

“Kami sudah mencoba menyelesaikan secara damai, tetapi belum ada titik temu. Pelaku juga belum menunjukkan tanggung jawab,” ujar salah satu perangkat kelurahan.

Disisi lain, pelaku EM mengaku khilaf dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.

“Saya emosi dan khilaf saat itu. Saya mohon maaf kepada keluarga korban,” ucapnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda