OJK Lampung: Pertumbuhan Kredit UMKM Turun ke 2,40 Persen pada 2025

6

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Penyaluran kredit kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung masih mencatatkan pertumbuhan secara nominal. Namun, lajunya terus melambat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data periode 2021–2025, total kredit UMKM meningkat dari Rp25,4 triliun menjadi Rp34,7 triliun. Meski demikian, pada 2025 pertumbuhannya hanya mencapai 2,40 persen, menunjukkan tren perlambatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain perlambatan pertumbuhan, kualitas kredit UMKM juga mengalami tekanan. Hal ini tercermin dari meningkatnya nominal kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL), khususnya pada 2023, 2024, dan 2025.

Paparan tersebut disampaikan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dalam kegiatan media update terkait kinerja lembaga jasa keuangan Provinsi Lampung tahun 2025. Acara tersebut digelar di Ballroom Hotel Holiday Inn, Selasa (3/3/2026).

Otto Fitriandy menjelaskan, penyaluran kredit terbesar secara nominal masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi. Kota Bandarlampung mencatatkan porsi penyaluran kredit tertinggi sebesar 38,60 persen, disusul Kabupaten Lampung Selatan sebesar 12,12 persen dan Lampung Tengah sebesar 10,80 persen.

Secara nominal, penyaluran kredit tertinggi berada di Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Kota Metro.

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi. Sebaliknya, Kabupaten Mesuji dan Tulangbawang Barat mengalami pertumbuhan negatif.

Dari sisi sektoral, terdapat satu sektor yang menunjukkan tren pertumbuhan relatif stabil sekaligus menjadi penyumbang penyaluran kredit terbesar dibanding sektor lainnya.

Namun, empat sektor tercatat mengalami pertumbuhan negatif, yakni sektor konstruksi, perdagangan besar, rumah tangga, serta transportasi dan pergudangan.

Lebih lanjut, sektor pertanian dan kehutanan yang selama ini menjadi sektor unggulan Provinsi Lampung juga mengalami penurunan pertumbuhan kredit secara berkelanjutan sejak 2023.

Kondisi ini menjadi perhatian serius regulator, mengingat sektor pertanian memiliki kontribusi signifikan terhadap struktur perekonomian daerah. (*)

Bagaimana Menurut Anda