Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia

4

JAKARTA, BERITAANDA – Didukung kondisi ekonomi makro yang kuat sepanjang 2025 serta kebijakan strategis pemerintah, termasuk pemberian izin sebagai bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun 2025. Hampir seluruh indikator utama tumbuh dua digit dan melampaui rata-rata industri.

Per Desember 2025, BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun atau tumbuh 14,49% secara tahunan (year on year/YoY). Penyaluran didominasi segmen pro-rakyat, yakni SME, mikro, konsumer, komersial sektor pendidikan dan kesehatan, ASN, serta BUMN dengan total outstanding Rp285,70 triliun atau sekitar 90% dari total pembiayaan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa fokus pembiayaan ke segmen ritel, UMKM, BUMN, ASN, serta sektor pendidikan dan kesehatan merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kinerja solid BSI sepanjang 2025 ditopang fungsi intermediasi yang berjalan optimal, didukung pendanaan yang ample, serta penyaluran pembiayaan yang sehat dan tepat sasaran, termasuk dukungan terhadap program-program prioritas pemerintah yang selaras dengan Astacita,” ujarnya.

Dari sisi kualitas aset, pembiayaan tetap terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) gross di level 1,81% dan NPF nett 0,47%, membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Perbaikan ini merupakan hasil penguatan manajemen risiko berbasis segmentasi bisnis dan disiplin monitoring industri.

Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 16,20% (YoY) menjadi Rp380 triliun, melampaui pertumbuhan industri. Komposisi didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62% atau Rp234 triliun. Tabungan menjadi engine of growth dengan pertumbuhan 15,72% (YoY) menjadi Rp162,63 triliun. Pertumbuhan DPK mendorong total aset BSI naik 11,64% (YoY) menjadi Rp456 triliun.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan, kinerja solid BSI juga didorong optimalisasi dual license yang dimiliki perseroan, yakni sebagai bank syariah dengan keunggulan Islamic ecosystem, termasuk ekosistem haji, serta sebagai bullion bank.

“Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di berbagai daerah dengan hasil signifikan. Tabungan Haji tumbuh lebih dari 10% dan jumlah rekeningnya kini telah mencapai lebih dari 6 juta. Selain itu, jumlah nasabah prioritas juga meningkat 17,30% (YoY),” ujarnya.

BSI juga dipercaya menempatkan dan menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang seluruhnya telah disalurkan ke sektor pembiayaan produktif.

Sejak diresmikan sebagai Bank Emas, lisensi bullion memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis dan customer base. Dalam waktu kurang dari satu tahun, ekosistem emas BSI, meliputi Bullion Bank, Cicil Emas, dan Gadai Emas, telah menjangkau sekitar 1 juta nasabah.

Kinerja intermediasi yang sehat dan berkelanjutan tersebut mendorong laba bersih perseroan tumbuh 8,02% (YoY) menjadi Rp7,57 triliun.

BSI Dukung Program Strategis Pemerintah

Selain optimalisasi bullion bank dan pengelolaan dana SAL, BSI turut mendukung berbagai program strategis pemerintah. Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), BSI menyediakan 1.350 virtual account bagi Mitra BGN. Perseroan juga mendukung pembentukan sekitar 80.000 koperasi KDMP.

Pada sektor pembiayaan UMKM, BSI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,2 triliun kepada sekitar 90 ribu nasabah. Sementara untuk Program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP, sejak merger BSI telah menyalurkan Rp3,5 triliun dengan total 23 ribu unit rumah subsidi.

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna menyampaikan bahwa jumlah nasabah BSI kini mencapai 23,1 juta, bertambah 2,03 juta nasabah dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah BSI.

“Pertumbuhan customer base didorong oleh produk haji, emas, nasabah prioritas, dan payroll. Kami terus memperluas akses layanan melalui pembukaan titik operasional di wilayah strategis termasuk pasar, serta penguatan jaringan BSI Agen,” jelasnya.

Saat ini BSI didukung 1.049 kantor cabang, sekitar 6.000 unit ATM/CRM, 126 ribu BSI Agen (layanan laku pandai), 21 ribu merchant EDC, serta 563 ribu merchant QRIS. Pengguna mobile banking BYOND by BSI mencapai 5,9 juta, sementara aplikasi BEWIZE digunakan oleh 43 ribu user.

Di luar kinerja bisnis, sepanjang 2025 BSI juga konsisten menyalurkan zakat dan program sosial melalui beasiswa pendidikan bagi lebih dari 10 ribu siswa berprestasi, pembinaan 4.900 UMKM, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia), serta bantuan kebencanaan di Aceh berupa hunian sementara (huntara), distribusi logistik lebih dari 200 ton, dukungan komunikasi satelit, pendirian dapur umum, posko trauma healing, layanan kesehatan, hingga restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda