Masyarakat Kebun Sayur Tetap Gelar Peringatan Isra Mi’raj

375

SEKAYU-MUBA, BERITAANDA – Masyarakat Kebun Sayur Desa Toman Kecamatan Babat Toman tetap menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1441 Hijriah di tengah kekhawatiran merebaknya virus corona belakangan ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Musholla Al-Muhajirin yang mengambil tema ‘memohon kepada sang khaliq agar wabah virus corona ditemukan solusi dan segera berakhir’, Ahad (22/3/2020).

Kegiatan Isra Mi’raj dan doa bersama ini didukung masyarakat Kebun Sayur Desa Toman, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Babat Toman (MWCNU), serta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Selain diisi dengan ngaji bareng, kegiatan tersebut juga diisi dengan dzikir, Istighosah Tawasul Manaqib Al-Karomah Majlis Ta’lim Al-Muhibbin, serta doa bersama untuk keselamatan bangsa. Hal ini berkaitan dengan mewabahnya penyakit atau virus corona yang sedang meresahkan bangsa Indonesia.

Dalam tausyiahnya Kiyai Muthohar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Tholibin, mengajak para hadirin untuk meneladani Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai ajang silaturahmi, baik di lingkup desa maupun negara.

Kiyai Sirojuddin selaku tokoh masyrakat Kebun Sayur sekaligus Ketua Tanfidziyah MWCU Babat Toman mengapresiasi semangat masyarakat yang melaksanakan kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ia menyampaikan ucapan terimakasih atas antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya jamaah Mushollah Muhajirin Kebun Sayur. Yang mana seluruh masyarakat antusias untuk mengikuti rangkaian acara Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” tuturnya.

“Ini momen untuk mendekatkan diri kepada Allah. Isra Mi’raj kan mengingatkan kita terhadap kewajiban sebagai insan yang harus menjaga keseimbangan alam,” tambah dia.

“Tak ada wajah khawatir. Yang ada adalah wajah-wajah gembira. Seakan lupa hiruk pikuk pemberitaan corona di dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Imam Irfa’i, S.Kom.I selaku Penyuluh Agama Islam Kemenag Muba menambahkan, di tengah suasana musibah yang melanda dunia dengan merebaknya virus corona, marilah kita semuanya lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, melakukan muhasabah dengan memperbanyak dzikir, memohon ampunan (istighfar) kepada Allah, dan berdoa semoga musibah yang melanda bangsa Indonesia dan seluruh warga dunia segera berlalu. (*)

Bagaimana Menurut Anda