Masjid Istiqomah Tebedak I Gelar Maulid Nabi Muhammad, Ini Rangkaian Acaranya

72
Salah satu faedah bersalawat adalah berharap syafaat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, dan hendaknya menjadi kebiasaan bagi umat muslim.

OGAN ILIR, BERITAANDA – Sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, pengurus Masjid Istiqomah Desa Tebedak I, Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir, Sumsel, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1447 Hijriyah pada Jumat (12/9/2025) siang.

Dalam rangkaian acara ini, diadakan kegiatan marhabah serta pemotongan rambut kepada puluhan bayi. Selain itu, lima rawi lantunan barzanji diperdengarkan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Lathfiyyah Palembang yang sedang melaksanakan KKN di desa tersebut.

Panitia Masjid dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada warga Tebedak I atas partisipasi baik pikiran maupun materi hingga acara berjalan sukses dan lancar.

“Tanpa peran serta masyarakat, acara ini tidak berjalan maksimal. Semoga sumbangsih kita semua dalam menyukseskan acara ini akan diganjar Allah Subhanahu Wa Ta’ala berupa pahala berlipat ganda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tebedak I, Zuhriyadi, dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kali ini mengajak warganya untuk selalu meneladani sikap dan perbuatan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam kehidupan sehari-hari.

“Hendaknya kita semua menjadikan junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai suri tauladan. Harapannya, momentum ini menjadikan kita makin mencintai Rasulullah sebagaimana cinta Rasulullah kepada umatnya,” harapnya.

Sedangkan beberapa kutipan dari penceramah, Ustadz Najamuddin, dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa mimbar-mimbar seperti kegiatan ini merupakan salah satu wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam ilmu agama.

“Kita makin bisa mengetahui bahwa Rasulullah sangat besar cintanya kepada kita umat muslim. Bahkan, syafaat beliau diharapkan pada hari kiamat atau hari pembalasan kelak. Untuk itu, sangatlah tidak pantas jika kita berharap syafaat, sementara mengagungkan atau bersalawat kepada Nabi Muhammad saja kita enggan,” terangnya.

Selain pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dalam acara ini juga digelar marhabah pada bayi-bayi di desa ini.

Lebih lanjut, Ustadz Najamuddin menerangkan bahwa kemuliaan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak bisa dibandingkan dengan manusia lain di muka bumi ini karena keagungannya.

“Sebagai wujud kecintaan, maka kita semua hendaknya selalu mengucapkan salawat di berbagai kesempatan, dan selalu berupaya menjalankan sunnah-sunnahnya,” jelasnya lagi.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri berlangsung khidmat dan lancar. Ratusan warga desa ini memadati ruangan dalam masjid tersebut. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda