Lewat Tari Kolosal, Lapas Klas II B Padangsidimpuan Ikut Pecahkan Rekor MURI

618

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Padangsidimpuan turut serta dalam pelaksanaan tari kolosal ‘Indonesia Bekerja’, yang dilangsungkan di halaman lapas setempat, Desa Salambue, Padangsidimpuan, Kamis (15/8/2019).

Kepala Lapas Klas II B Padangsidimpuan Haposan Silalahi didampingi Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Pantas Parulian Simanjuntak mengatakan, tarian kolosal itu digelar serentak di seluruh Lapas dan Rutan yang ada di Indonesia munggunakan aplikasi zoom.

“Lapas Klas II B Padangsidimpuan adalah satu dari 200 ribu Lapas dan Rutan dari Sabang sampai Merauke yang mengikuti kegiatan tari kolosal Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya. Dalam penyeragaman waktu pelaksanaannya, kita ikuti melalui video teleconference,” kata Haposan.

Dijelaskannya, pelaksanaan kegiatan ini merujuk perintah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami. Tujuan penyelenggaraan kegiatan selain guna memecahkan rekor MURI, juga dalam rangka menyambut HUT kemerdekaan RI ke-74 mendatang.

“Peran maupun partisipasi petugas dan warga binaan Lapas Padangsidimpuan memeriahkan HUT RI kita tunjukkan lewat keikutsertaan dalam tari kolosal, yang jauh hari sebelumnya gerakan tari sudah terlebih dahulu dilatih,” jelas dia.

Selain itu, tambah Haposan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kepribadian serta kemandirian warga binaan pemasyarakatan dan dalam keikutsertaan bersama mendukung dan mensukseskan program pemerintah, ‘Indonesia Bekerja’.

Menurut Kalapas, kegiatan tersebut sangat sinkron dengan pola pembinaan yang diterapkan pihaknya dengan mengedepankan silaturahmi. Apalagi, warga binaan jauh dari sanak keluarga. Sehingga perlu adanya suatu metode pendekatan yang harus diterapkan.

“Saat ini kita menganut pendekatan berupa managemen keluarga agar tidak terjadi masalah di lingkungan Lapas Klas II B Padangsidimpuan. Petugas dan warga binaan intens berkomunikasi, dalam hal pemugaran kembali jati diri warga binaan,” sebut Kalapas.

Melalui berbagai kegiatan positif itu, diharapkan dapat memupuk pesatuan dan kesatuan bangsa, khususnya petugas dan warga binaan pemasyarakatan. Hingga pada akhirnya, bermuara pada pembangunan jati diri para warga binaan.

Pantauan BERITAANDA di lokasi, petugas dan warga binaan Lapas Klas II B Padangsidimpuan tampak sumringah meliuk-liukkan lekuk tubuh masing-masing sesuai irama. Dengan barisan tertata rapi, gerak demi gerak mereka ikuti secara kompak dan seragam. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda