Lestarikan Budaya Gotong-royong, Pemdes Ulak Segara Lakukan Ini

1190
Pintu gerbang masuk ke Desa Ulak Segara Kecamatan Rambang Kuang.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Meski perbaikan jalan kabupaten adalah tanggung jawab pemerintah serta dianggarkan dalam APBD. Namun, apa yang dilakukan warga Desa Ulak Segara Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini patut dicontoh dan diacungi jempol.

Seperti yang mereka lakukan di jalan yang melintasi PT. BRK – Desa Ulak Segara. Adanya spot-spot kerusakan jalan, tepatnya di dua titik, yakni di tanjakan bedeng 9 dan di penghujung bedeng 8 PT. BRK yang diakibatkan oleh curah hujan tinggi serta kendaraan berat yang melintas di area itu, membuat mereka berinisiatif memperbaiki jalan rusak tersebut agar tak semakin parah.

Adapun sejak 15 tahun silam, baik dari kades sebelumnya hingga penjabat sekarang, secara swadaya jalanan rusak itu selalu dirawat, seperti ditimbun dengan tanah maupun dilakukan penimbunan dengan batu koral. Sementara untuk dana bersumber dari sumbangan warga, diantaranya Rp100 per kilogram dari harga getah warga yang dijual di lapak-lapak dalam desa itu.

Warga tampak bergotong-royong memperbaiki titik jalan rusak di ruas jalan PT. BRK – Ulak Segara.

Kepala Desa (Kades) Ulak Segara, Erta, saat dibincangi BERITAANDA mengatakan, apa yang dilakukannya ini adalah bentuk turut serta desa mereka dalam upaya membangun daerah. Kemudian, sebagai upaya melestarikan budaya gotong-royong yang sudah mengakar serta menjadi warisan dari leluhur warga desa ini.

“Apa yang kita lakukan adalah sebagai upaya merawat infrastruktur yang sudah dibangun Pemda Ogan Ilir. Kita sadar, kalau hanya mengandalkan pembangunan dari pemda semata, tentunya tidak bisa dilakukan terus-menerus. Apalagi yang membutuhkan perhatian pemda bukan hanya daerah kami saja. Jadi, kalau ada jalan berlubang dan terlihat rusak segera kami lakukan perbaikan, dan akses ke desa kami akhirnya lancar juga,” ucapnya, Ahad (21/6/2020).

Kemudian, lanjut Erta, selain upaya yang bertujuan memperlancar akses jalan ke desanya dengan perbaikan-perbaikan tersebut, mereka juga sering mengadakan kegiatan gotong-royong lainnya. Seperti sedekah pedusunan dengan memotong sapi atau ayam yang cukup banyak, dimana nantinya daging-daging itu akan dibagikan dengan warga secara keseluruhan.

“Ya itu tadi, dananya murni terkumpul dari sumbangan warga. Selain itu juga, dari dana itu termasuk  melunasi secara 100 persen PBB setiap warga kita setiap tahunnya,” terang dia lagi.

Salah satu bentuk kegiatan gotong-royong lainnya di desa ini, pemotongan ternak dalam suasana sedekah pedusunan.

Sambungnya, ia berharap kedepan nilai kebersamaan ini selalu terjaga dan rasa kegotong-royongan antar warga juga tidak lekang di makan zaman. “Sehingga cita-cita kami menjadikan Ulak Segara menjadi kampung atau desa swadaya bisa terwujud,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Desa Ulak Segara terletak lebih kurang 15 KM dari pusat Kecamatan Rambang Kuang, dan dapat ditempuh sekitar 40 menit dari pusat kecamatan. Sementara mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani karet.

Selain itu, Desa Ulak Segara juga merupakan penghasil ikan air tawar yang cukup besar di daerah Rambang, mengingat desa itu juga dilintasi oleh Sungai Rambang yang dikenal banyak tersedia beragam spesies ikan air tawar. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda