Keberadaan Kapal Tongkang Batubara Resahkan Nelayan Asal PALI

306

PALI, BERITAANDA – Sejumlah nelayan di Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan beberapa hari terakhir ini resah dan mengeluhkan terkait adanya kapal tongkang yang memuat batubara di daerah tersebut.

Sebab, keberadaan kapal tongkang itu kerapkali mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan setempat.

“Semenjak ada lalu lalang tongkang ini, biasanya tangkapan ikan ada yang 300 ribu perhari, sekarang dapat 100 ribu ikan saja sudah sulit,” ujar Akim, salah satu nelayan setempat menceritakan keluhannya kepada BERITAANDA, Sabtu (17/6/2023).

Dikatakan dia lagi, kehadiran kapal tongkang itu tentu meresahkan para nelayan. Selain mengurangi tangkapan nelayan, juga menimbulkan longsoran di pinggir aliran Sungai Lematang.

Senada juga diungkapkan nelayan lainnya, Ali Usman. Menurut dia, semenjak dilalui kapal tongkang batubara ini, pendapatan nelayan menurun drastis.

“Biasanya bisa satu kilo satu hari, tetapi sekarang berkurang karena aktifitas kapal tongkang itu membuat ikan menjauh. Sehingga menurut saya, aktifitas kapal tongkang ini banyaklah mudaratnya dari pada manfaatnya,” tegas dia.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) mengenai keluhan para nelayan tersebut, PT AKA melalui media center mengatakan, sebenarnya sebelum kapal tongkang angkutan batubara jalur Sungai Lematang beroperasi, pihak PT MPC dan PT AKA sudah melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat yang ada disepanjang aliran Sungai Lematang, agar setiap ada permasalahan atau dampak negatif dari aktifitas perusahaan segera melapor ke humas desa yang ditunjuk di setiap desa. Disitu akan dianalisa.

“Sebab, akibat permasalahan ini maupun kerugian masyarakat akan kami hitung, pihak perusahaan akan bertanggung jawab atas hal itu,” pungkas dia. (AMD)

Bagaimana Menurut Anda