Kapolda Sumsel Pimpin Gelar Operasional Triwulan I 2026, Evaluasi Terbuka Perkuat Pelayanan Publik

7

PALEMBANG, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar evaluasi kinerja secara terbuka melalui gelar operasional triwulan I tahun anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat akuntabilitas institusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa integritas personel dan transparansi kinerja merupakan fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam arahannya, Kapolda tidak hanya mengapresiasi capaian pengungkapan kasus, tetapi juga secara tegas menyoroti berbagai pelanggaran internal sebagai bahan evaluasi menyeluruh. Sejumlah kasus menonjol selama triwulan I, termasuk insiden tahanan melarikan diri serta tindak kriminal yang menjadi perhatian publik, dijadikan pijakan untuk memperbaiki sistem operasional di lapangan.

Dari aspek penegakan hukum, Polda Sumsel mencatat sebanyak 6.752 tindak pidana sepanjang triwulan I 2026, dengan 3.232 kasus berhasil diselesaikan. Sementara itu, kecepatan respons terhadap laporan masyarakat menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata waktu tanggap mencapai 19 menit 7 detik.

Namun demikian, Kapolda menyoroti peningkatan fatalitas kecelakaan lalu lintas yang melonjak hingga 81,25 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menyikapi hal tersebut, jajaran diminta memperkuat pengawasan di titik rawan serta mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas secara masif.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian serius. Sepanjang triwulan I, terdeteksi 627 titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 62,41 hektare. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Sumsel telah melaksanakan lebih dari 4.000 kegiatan mitigasi, termasuk patroli terpadu serta pemanfaatan teknologi seperti drone dan pemantauan udara secara real time.

Di luar aspek keamanan, Polda Sumsel juga mencatat kontribusi dalam pembangunan daerah. Sebanyak 50 unit Jembatan Merah Putih telah dibangun guna membuka akses masyarakat di wilayah terpencil. Selain itu, program ketahanan pangan berhasil merealisasikan lahan panen seluas 7.647,86 hektare.

Dalam bidang transparansi digital, Kapolda menyoroti optimalisasi platform publikasi oleh jajaran. Polres Musi Banyuasin tercatat sebagai satuan paling aktif dalam publikasi digital, sementara jajaran lainnya didorong untuk meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa evaluasi terbuka merupakan bagian dari kematangan institusi dalam membangun kepercayaan publik.

“Integritas adalah fondasi utama. Keberhasilan tidak boleh ternodai oleh pelanggaran. Kita harus berani mengevaluasi diri agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan nilai moral sebagai pedoman dalam bertugas.

“Sudahkah anda berbuat baik hari ini?. Jadikan itu sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, bahwa transparansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.

“Kami tidak ragu mengevaluasi diri secara terbuka. Setiap catatan menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda