Kapolda Sumsel Kerahkan 2.361 Personel, Rakor Linsek Ketupat Musi 2026 Matangkan Pengamanan Mudik Lebaran

7

PALEMBANG, BERITAANDA – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin rapat koordinasi lintas sektoral (rakor linsek) Operasi Ketupat Musi 2026 guna memperkuat kesiapan pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Griya Agung Palembang, Kamis (12/3/2026).

Dalam forum strategis itu, Polda Sumatera Selatan memastikan kesiapan 2.361 personel gabungan yang akan ditempatkan diberbagai titik strategis di wilayah Sumatera Selatan untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Selain itu, kepolisian juga menyiapkan 73 pos pengamanan yang terdiri dari 40 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 7 pos terpadu. Pos-pos tersebut akan ditempatkan di jalur utama mudik, pusat keramaian masyarakat, serta kawasan objek vital.

Rakor lintas sektoral tersebut menghadirkan berbagai unsur strategis yang terlibat dalam pengamanan Lebaran, mulai dari jajaran TNI, pemerintah daerah, hingga instansi vertikal lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, jajaran Forkopimda, pimpinan TNI, serta kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Forum koordinasi ini menjadi wadah untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pengamanan Lebaran berjalan optimal.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar operasi pengamanan lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan yang berfokus pada pelayanan dan perlindungan masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. Operasi tersebut mencakup pengamanan kegiatan ibadah Ramadan, perayaan Idul Fitri, arus mudik dan arus balik, serta berbagai aktivitas masyarakat selama masa libur lebaran.

Personel kepolisian akan ditempatkan secara terukur disejumlah titik yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, termasuk jalur tol, jalur arteri, jalur lintas timur, jalur lintas tengah, serta beberapa jalur alternatif.

Kapolda juga mengarahkan agar seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan difungsikan secara maksimal sebagai pusat layanan terpadu bagi masyarakat. Di setiap pos akan disediakan berbagai layanan, antara lain pelayanan keamanan, layanan kesehatan, informasi perjalanan, serta bantuan darurat bagi para pemudik.

Selain itu, kehadiran sejumlah ruas tol yang difungsionalkan selama masa mudik tahun ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur arteri dan mempercepat mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan bahwa pemerintah daerah juga memastikan kesiapan berbagai sektor pendukung mudik lebaran.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan seluruh lubang jalan di jalur mudik telah tertutup sejak H-10 sebelum Lebaran guna menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi bencana di sejumlah wilayah rawan longsor, seperti di Kabupaten OKU Selatan, serta memastikan stabilitas harga bahan pokok melalui program gerakan pangan murah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan selama operasi berlangsung.

“Tujuh puluh tiga pos yang kami dirikan merupakan pintu layanan bagi masyarakat. Mulai dari bantuan medis hingga informasi jalur, semuanya siap membantu para pemudik,” katanya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda