Kapolda Sumsel Dorong Akuntabilitas Kinerja Berbasis Data Melalui Paparan PJU

7

PALEMBANG, BERITAANDA – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat tata kelola organisasi yang akuntabel dan profesional melalui forum analisa dan evaluasi (anev) kinerja yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Polri dalam membangun institusi yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho SIK SH M.Hum memimpin langsung kegiatan anev kinerja dalam format coffee morning bersama jajaran Pejabat Utama (PJU), Rabu (1/4/2026), di Ruang Transit Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Turut hadir Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana SIK M.T.C.P, serta seluruh PJU Polda Sumsel.

Forum ini menjadi instrumen kontrol manajerial sekaligus sarana konsolidasi internal untuk memastikan setiap satuan kerja (satker) menjalankan tugas secara terukur, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kapolda menegaskan pentingnya kesiapan data yang akurat, mutakhir, dan terverifikasi sebagai dasar pengambilan kebijakan. Melalui paparan berkala oleh para PJU, setiap satker dituntut memahami secara menyeluruh capaian kinerja, realisasi anggaran, serta berbagai kendala di lapangan.

Pendekatan tersebut tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan internal, tetapi juga mendorong budaya kerja yang transparan dan berbasis evidensi, sejalan dengan kebijakan Polri dalam penguatan manajemen kinerja.

Dalam arahannya, Kapolda memberikan penekanan tegas pada tertib administrasi dan pengelolaan keuangan. Ia mengingatkan bahwa persoalan besar dalam organisasi kerap berawal dari kelalaian administratif yang tidak ditangani dengan baik.

Menurutnya, kemampuan teknis di lapangan harus berjalan seiring dengan ketertiban administrasi sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membangun kinerja institusi yang berkelanjutan.

Kapolda juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk meninggalkan pola kerja yang bersifat rutinitas tanpa arah yang jelas. Setiap satker didorong untuk mengedepankan perencanaan yang matang, terstruktur, dan terukur, baik dalam agenda harian maupun program strategis tahunan.

Dengan perencanaan yang jelas dan evaluasi yang konsisten, setiap kegiatan diharapkan memiliki output dan outcome yang terukur serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Forum coffee morning anev ini dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat fondasi organisasi Polda Sumsel. Secara internal, kegiatan ini membangun budaya disiplin, transparansi, dan kesiapsiagaan pimpinan dalam mengelola kinerja satker. Sementara secara eksternal, tata kelola yang tertib dan akuntabel menjadi jaminan bahwa setiap program dan anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam mendukung transformasi Polri Presisi yang menempatkan profesionalisme dan akuntabilitas sebagai pilar utama kepercayaan publik.

“Administrasi yang buruk adalah awal dari masalah besar. Saya minta seluruh PJU dan satker memastikan setiap data, laporan, dan pertanggungjawaban keuangan tertata dengan benar. Kita tidak boleh bekerja sekadar rutinitas, setiap langkah harus terencana, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Kapolda Sumsel.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan, bahwa forum anev ini merupakan bagian dari penguatan budaya kerja profesional di lingkungan Polda Sumsel.

“Kapolda memastikan profesionalisme dibangun dari dalam, mulai dari administrasi yang tertib, perencanaan yang matang, hingga pelaporan yang akurat. Forum ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda