Kapolda Lampung Turun Langsung Redam Konflik Lahan Rawa Isenpatow Bonow

39

TULANG BAWANG, BERITAANDA – Negara kembali menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf SIK MH turun langsung memimpin rangkaian rapat koordinasi, audiensi, hingga dialog lapangan terkait konflik pendudukan lahan Rawa Isenpatow Bonow yang berada di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Indo Lampung Perkasa (ILP), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Presisi Lounge Polres Tulang Bawang ini menjadi langkah strategis Polri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam meredam konflik agraria yang melibatkan warga dari tiga Kampung Bakung, yakni Bakung Udik, Bakung Ilir, dan Bakung Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang.

Rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pukul 10.45 WIB tersebut dihadiri unsur pimpinan Polda Lampung, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, TNI, ATR/BPN, Pengadilan Negeri, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam paparannya, Kasat Intelkam Polres Tulang Bawang menjelaskan secara rinci kronologis serta dinamika pendudukan lahan oleh warga. Sementara itu, pihak ATR/BPN Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa berdasarkan titik koordinat, lahan yang diduduki berada di dalam areal HGU PT ILP.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa Polri bersikap netral dan berdiri di atas prinsip keadilan serta ketertiban hukum.

“Polri hadir sebagai penengah. Penyelesaian konflik agraria harus dilakukan secara bermartabat, terukur, dan mengedepankan dialog. Tidak boleh ada gesekan, apalagi kekerasan,” tegas Irjen Pol Helfi Assegaf.

Usai rapat koordinasi, Kapolda Lampung melaksanakan audiensi dengan tiga kepala kampung serta perwakilan masyarakat. Dalam forum tersebut, Kapolda memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan sejarah penguasaan lahan dan tuntutan mereka terkait Rawa Isenpatow Bonow.

“Kami akan memediasi, memverifikasi, dan menelusuri seluruh dokumen yang ada. Bila diperlukan, kami akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian ATR/BPN. Namun selama proses berjalan, kami meminta masyarakat menahan diri dan tetap menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

Komitmen Polri tidak berhenti di ruang rapat. Pada pukul 14.20 WIB, Kapolda Lampung bersama Forkopimda turun langsung ke lokasi lahan Isenpatow Bonow dan berdialog dengan sekitar 40 warga yang masih berada di area tersebut.

“Aspirasi masyarakat kami catat dan akan kami tindak lanjuti. Solusi terbaik pasti dicari, namun harus melalui mekanisme hukum yang benar. Kami meminta semua pihak menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpancing provokasi,” kata Kapolda di hadapan warga.

Kapolda juga memastikan bahwa pengukuran ulang HGU akan dilakukan pada hari Senin mendatang. Saat ini, berkas perpanjangan HGU dari ATR/BPN masih dalam tahap verifikasi, dan masyarakat dipersilakan untuk ikut memantau proses penyelesaian tersebut.

Perwakilan masyarakat dari tiga Kampung Bakung menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran langsung Kapolda Lampung, serta menyatakan kepercayaan penuh agar peninjauan lahan dilakukan secara objektif.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda yang turun langsung ke lapangan untuk membantu mencari solusi terbaik dan memperjuangkan kami, warga tiga Kampung Bakung,” ungkap perwakilan warga.

Sebagai hasil dari dialog tersebut, masyarakat bersedia meninggalkan lokasi secara bertahap dan kembali ke kampung masing-masing. Pada pukul 15.10 WIB, Kapolda Lampung beserta rombongan meninggalkan lokasi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda