Kabut Asap Tebal, Citilink Gagal Mendarat di Palembang Pagi Ini

12
Ilustrasi

PALEMBANG, BERITAANDA – Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, sehingga membuat satu penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Kota Palembang terganggu, Kamis (1/10/2026).

Satu penerbangan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG980 rute Jakarta (CGK)-Palembang (PLM) dilaporkan gagal mendarat dan harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, atau melakukan Return to Base (RTB).

Berdasarkan laporan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, pesawat Citilink QG980 dengan registrasi PK-GLY dan tipe Airbus A320 tersebut dijadwalkan tiba di Palembang pada pukul 06.50 WIB.

Namun, saat hendak melakukan pendaratan, kondisi jarak pandang (visibility) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II berada di bawah batas minimum operasional, yakni hanya sekitar 500 meter. Demi keselamatan, pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara asal, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, baru satu penerbangan yang dilaporkan terdampak langsung akibat kondisi kabut asap. Sementara itu, penerbangan maskapai lainnya masih berjalan sesuai jadwal.

Sepanjang hari ini, tercatat sekitar 49 pergerakan pesawat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, yang terdiri dari 25 penerbangan keberangkatan dan 24 penerbangan kedatangan.

Meski kabut asap cukup tebal, sejauh ini aktivitas penerbangan di bandara masih berlangsung dan belum terdapat laporan gangguan terhadap penerbangan maskapai lainnya selain Citilink.

Sementara itu, Kepala Cabang Citilink Palembang, Subhan, saat dikonfirmasi terkait penerbangan QG980 yang tidak dapat mendarat tersebut belum memberikan keterangan.

Belum diketahui apakah penerbangan Citilink tersebut telah kembali beroperasi dan dapat mendarat di Palembang atau masih menunggu kondisi jarak pandang membaik.

Kondisi kabut asap tebal memang kembali menyelimuti Kota Palembang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Jumlah hotspot dilaporkan meningkat signifikan dalam tiga hari terakhir, dari ratusan hingga mencapai ribuan titik. Bahkan, pada hari sebelumnya tercatat lebih dari 3.000 titik panas di wilayah Sumatera Selatan.

Kebakaran hutan dan lahan tersebut berdampak terhadap kondisi udara dan menyebabkan kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Kota Palembang. Kabut asap terutama terasa pada pagi, sore hingga malam hari. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda