Isu Pencurian Ponsel Pasien Mencuat, RSUD Kayuagung Tegaskan Tidak Pernah Terjadi

10
Ilustrasi

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Isu dugaan pencurian dua unit telepon genggam milik pasien rawat inap umum di RSUD Kayuagung mencuat ke ruang publik setelah diunggah oleh salah satu akun media sosial Facebook.

Pihak rumah sakit membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa tidak pernah terjadi pencurian sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Direktur RSUD Kayuagung Tito Aristian melalui Humas Aidil Fitrisyah menyatakan, bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurut Aidil, peristiwa pencurian yang dituduhkan baru-baru ini tidak pernah terjadi.

“Kami pastikan peristiwa pencurian sebagaimana dituduhkan tidak pernah terjadi,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Namun Aidil mengakui bahwa kasus pencurian memang pernah terjadi di lingkungan RSUD Kayuagung. Akan tetapi, peristiwa itu berlangsung pada Oktober 2025 lalu dan telah ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Menanggapi isu yang kembali mencuat, Aidil mengatakan manajemen RSUD Kayuagung memilih bersikap hati-hati dan proporsional. Ia menilai informasi yang beredar di media sosial tidak dapat serta-merta dijadikan rujukan tanpa didukung laporan resmi dan data yang jelas.

“Hingga saat ini pihak rumah sakit belum menerima laporan kehilangan barang dari pasien atau keluarga pasien sebagaimana yang disampaikan di media sosial,” ucapnya.

Meski demikian, RSUD Kayuagung tetap membuka ruang klarifikasi dan meminta masyarakat menempuh mekanisme pelaporan resmi agar setiap persoalan dapat ditindaklanjuti secara tepat dan objektif.

“Kami terbuka terhadap keluhan dan masukan. Namun kami juga berharap informasi yang disampaikan ke publik didukung fakta dan dilaporkan melalui prosedur yang benar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

“Kami menegaskan tetap memegang komitmen dalam menjaga kenyamanan dan keamanan pasien. Kami juga siap melakukan evaluasi apabila ditemukan kelalaian dalam pelayanan,” tandas Aidil.

Di sisi lain, keterangan pihak rumah sakit tersebut berbeda dengan penuturan keluarga pasien. Dalam unggahan di media sosial, keluarga pasien mengaku kehilangan dua unit telepon genggam saat pasien masih menjalani perawatan inap.

Menurut mereka, barang itu sebelumnya masih berada di sekitar tempat tidur pasien dan baru diketahui hilang ketika pasien berada di ruang rawat inap di instansi pelayanan kesehatan terbesar di Bumi Seguguk tersebut.

Bahkan, keluarga pasien menyebut telah melaporkan kejadian itu kepada petugas rumah sakit yang berjaga. Mereka juga mengaku sempat meminta agar rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar ruang perawatan diperiksa untuk memastikan kronologi peristiwa.

“Ketika diminta rekaman CCTV untuk meyakinkan peristiwa pencurian, seolah dipersulit. Hingga kini, belum mendapatkan penjelasan maupun kepastian tindak lanjut,” tandasnya.

Meski pihak RSUD Kayuagung menyatakan belum menerima laporan resmi, keluarga pasien dengan tegas berpendapat bahwa kehilangan barang di lingkungan rumah sakit tetap perlu ditindaklanjuti sebagai bentuk perlindungan terhadap pasien dan keluarganya, terlepas dari ada atau tidaknya laporan yang tercatat secara administratif.

Perbedaan keterangan antara manajemen RSUD Kayuagung dan keluarga pasien ini menyisakan pertanyaan terkait mekanisme pengamanan barang milik pasien serta respons petugas terhadap laporan kehilangan di fasilitas layanan publik. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda