Irsan Berharap Lagu Tapsel Jadi Tuan di Daerah Sendiri

770

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengungkapkan keinginannya untuk mengembalikan sekaligus menjadikan lagu-lagu bernuansa Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadi tuan di daerah sendiri.

Hal itu disampaikannya saat menutup pegelaran Festival Lagu Daerah Tingkat Pelajar SD, SMP, SMA, Mahasiswa serta umum, yang disponsori oleh Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Rabu (14/8/2019) siang, di aula MAN 2 Padangsidimpuan.

“Diberbagai kesempatan, saya acapkali menyampaikan keinginan, semangat, dan tekad kita semua, bagaimana upaya untuk mengembalikan dan menjadikan lagu daerah kita (Tapsel/Padangsidimpuan) menjadi tuan di daerah sendiri,” ungkap Irsan.

Terakhir kali lagu Tapsel booming disaat kemunculan kepingan CD di awal tahun 2000 dengan kesikutsertaan penyanyi asal Tabagsel sebagai kontestan di ajang pencarian bakat penyanyi dangdut, yang disiarkan secara live di salah satu TV swasta nasional.

Oleh karena itu, begitu tahu festival lagu yang bersifat kedaerahan digelar di Padangsidimpuan, Walikota mengaku merasa senang dan bangga. Harapan akan kedigdayaan lagu Tapsel, kata dia, yang dirasa tengah mati suri saat ini akan kembali bergelora.

“Selain dapat memunculkan penyanyi potensial, melalui ajang pencarian bakat penyanyi skala daerah semacam ini juga diyakini mampu mengharumkan nama Padangsidimpuan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), bahkan di level nasional,” sebut Irsan.

Kedepan, Irsan menyatakan harapannya agar penyelenggaraan event semacam ini terus intens diadakan dan jauh lebih besar lagi untuk memacu semangat dan kreatifitas calon penyanyi profesional dalam mengasah kemampuan olah vokalnya secara teratur.

“Bila perlu, jenjangnya tak cuma sebatas festival, tapi dibuat menjadi lomba piala bergilir guna menjamin kesinambungan penyelenggaraannya rutin diadakan tiap tahun. Hadiah ataupun uang pembinaan juga harus ditingkatkan untuk memacu minat para peserta,” jelas Irsan.

Dikesempatan itu, walikota sempat menyatakan kekecewaannya atas kinerja panitia penyelenggara yang menurutnya masih kurang maksimal dalam hal mensosialisasikan pelaksanaan festival terhadap khalayak umum.

“Disamping mengapresiasi kegiatan ini, saya juga mengkritisi pihak panitia yang kurang begitu agresif mengumumkan penyelenggaran festival ini. Artinya, masyarakat luas tidak begitu menyerap informasi terkait kegiatan ini,” ujar dia.

Irsan pun mengaku mengetahui festival tersebut usai diberitahu staf agar hadir menutup acara, dan bukan lewat sarana informasi yang beredar diluar. Sehingga, ia menekankan pihak panitia agar lebih mengintensifkan sosialisasi, apabila nantinya menggelar hajatan serupa.

Ditempat yang sama, Kabid PTK Ruslan Abdul Gani Harahap melalui Kasi Kebudayaan M. Syukur Harahap menerangkan, festival selama 2 hari ini diikuti sedikitnya 155 orang yang terdiri dari 33 orang (SD), 45 orang (SMP), 69 orang (SMA), dan 8 orang (umum).

“Untuk tingkat SMA dan umum, diikuti peserta yang berasal dari luar daerah Kota Padangsidimpuan, yakni 4 orang (SMA) asal Tapanuli Selatan dan 2 orang (umum) masing-masing dari Paluta dan Riau,” terang M. Syukur Hasibuan.

Secara simbolis, Irsan pun menyerahkan hadiah berupa uang pembinaan kepada para seniman yang diantaranya Bahraini Lubis atau lebih dikenal dengan Odang S, Chandra Buana Nasution pencipta lagu mars Kota Padangsidimpuan, Roni Saputra, dan 7 seniman lainnya.

Penutupan festival itu dihadiri Kadisdik Padangsidimpuan M. Luthfi Siregar, Ketua Dewan Pendidikan M. Jusar Nasution, Kadis Kominfo Islahuddin, Forsa, Asperinda Sumut dan Sumbar, para orangtua siswa, serta masing-masing perwakilan sekolah. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda