Inilah Motif Dua Pelaku Bacok Adik Bupati Muratara Hingga Tewas

230

PALEMBANG, BERITAANDA – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol. M. Anwar Reksowidjojo mengungkap motif pelaku Ariyanysah (35) dan Arwan (30) membacok Muhammad Abadi yang merupakan adik Bupati Muratara secara membabi buta hingga tewas.

Hal ini dipicu sakit hati pelaku dengan korban yang sudah mengusir Arwan saat berlangsung pertemuan di salah satu rumah warga di Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara pada Selasa (5/9/2023) lalu.

“Saat kejadian sedang ada pertemuan tertutup di TKP yang membahas bisnis di Desa Belani, dihadiri korban Muhammad Abadi dan Deki serta masyarakat sekitar,” kata Anwar dihadapan wartawan saat pres rilis, Jumat (8/9/2023).

Tidak lama kemudian, kata Anwar, datanglah korban saat pertemuan berlangsung untuk masuk ke dalam ruangan guna mengetahui apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Korban menegur pelaku Arwan. Mungkin menegurnya dengan kata-kata yang tidak diterima oleh pelaku, sehingga dia tersinggung dan sakit hati, lalu pulang ke rumahnya memberikan tahukan kepada kakaknya bernama Ariyanysah. Kemudian kedua pelaku tersebut kembali mendatangi tempat rapat untuk menanyakan mengapa korban mengusirnya,” jelas dia.

Disinggung apakah ada motif lain persaingan bisnis ataupun terkait pemilihan kepala desa, Anwar mengatakan, pihaknya tidak terlalu jauh mengarah kesana. Karena yang paling utama dalam konstruksi kasus pembunuhan dan pengeroyokannya saja yang diutamakan.

“Yang jelas motif utama kedua pelaku menganiaya dan mengeroyok korban adalah dipicu sakit hati. Untuk motif lain kita belum bisa memastikannya,” ungkap dia.

Masih dikatakan Anwar, kedua pelaku membacok korban dengan senjata tajam jenis parang dan golok yang sudah mereka bawa didalam mobil yang digunakan saat mendatangi korban.

“Korban mengalami luka bacok disekujur tubuh dan wajahnya, sedangkan satu korban lagi bernama Deki juga mengalami luka bacok di tangan. Saat ini masih menjalani perawatan,” jelasnya.

Dihadapan polisi, Arwan mengaku sebelum kejadian pembacokan dirinya datang ke rumah Pandit, tempat berlangsungnya pertemuan. Saat tiba di TKP, Arwan diusir dan dikeroyok oleh beberapa orang, termasuk korban Muhammad Abadi dan Deki (adik korban Abadi).

“Setelah itu saya pulang menceritakan ke kakak saya, kalau saya dikeroyok oleh Abadi. Saya dipukuli wajah dan ditarik rambut oleh mereka,” katanya.

Mendengar cerita adiknya dikeroyok, Ariyanysah lalu mengajak adiknya untuk mendatangi Abadi untuk menanyakan apa permasalahannya, sehingga Abadi dan Deki mengusir serta mengeroyok adiknya.

“Sesampainya di TKP, saya turun dari mobil, sedangkan adik saya Arwan, saya suruh untuk menunggu didalam mobil. Lalu saya memanggil Deki. Deki saat itu keluar sambil bawa kursi mengejar saya. Saya pun mundur lari ke mobil langsung ambil parang bersama adik saya, sehingga terjadilah pembacokan,” timpal Ariyanysah. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda