Indosat Gandeng NVIDIA dan Cisco Perkuat Ekosistem AI Nasional

44

JAKARTA, BERITAANDA – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH; IDX: ISAT) mencatatkan kinerja tangguh di kuartal kedua tahun 2025, di tengah dinamika industri telekomunikasi yang menantang. Perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas sambil terus memperkuat fondasi bisnis dan memperluas transformasi menuju perusahaan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI-TechCo).

Dalam laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (30/7/2025), Indosat mencatat pendapatan sebesar Rp13,5 triliun, hanya turun tipis 0,3% dibandingkan kuartal sebelumnya. Perusahaan tetap mencetak laba sebesar Rp1,024 triliun yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, serta EBITDA senilai Rp6,4 triliun dengan margin sehat sebesar 47,6%.

Vikram Sinha selaku President Director and CEO IOH menegaskan komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang.

“Kami fokus menjaga keberlanjutan profitabilitas dan efisiensi operasional sembari melanjutkan transformasi menuju AI-TechCo. Namun yang paling penting, kami tetap pada tujuan besar, memberdayakan Indonesia melalui teknologi yang inklusif,” ujarnya.

Perluas Infrastruktur, Dorong Inovasi

Indosat terus mengelola biaya secara efisien, menjaga ARPU (Average Revenue per User) di angka Rp38.900 dan melayani 95,4 juta pelanggan, seiring tren konsolidasi kartu SIM. Trafik data tumbuh signifikan sebesar 10,3% dari kuartal sebelumnya, didukung oleh investasi masif dalam infrastruktur digital.

Selama semester pertama 2025, Indosat telah mengoperasikan lebih dari 203.000 BTS, bertambah lebih dari 15.000 BTS baru, dengan belanja modal (CAPEX) sebesar Rp7,5 triliun, di mana 79% dialokasikan untuk peningkatan pengalaman pelanggan. Rasio utang bersih terhadap EBITDA yang rendah, sebesar 0,49 kali, mencerminkan stabilitas keuangan perusahaan.

Dorong Akses Teknologi di Wilayah Terpencil

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pemerataan digital, Indosat meresmikan AI Experience Center (AIEC) di Jayapura, Papua. Fasilitas ini dirancang untuk membawa transformasi berbasis AI ke sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah kurang terlayani.

Selain itu, Indosat resmi menjadi mitra utama AI Center of Excellence, inisiatif nasional yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Bersama raksasa teknologi global seperti NVIDIA dan Cisco, program ini bertujuan membangun ekosistem AI nasional, mencetak talenta lokal, dan mendorong transformasi bisnis menuju era AI.

“Perjalanan ini belum selesai. Kami yakin berada di jalur yang benar melalui inovasi dan kolaborasi strategis yang berdampak nyata bagi Indonesia,” pungkas Vikram.

Indosat Sumatra Catat Kinerja Positif Semester Pertama 2025

Unit regional Indosat Circle Sumatra juga menunjukkan pertumbuhan kuat di semester pertama 2025. Perusahaan menambah lebih dari 500 BTS baru di wilayah Sumatra, dengan kontribusi tertinggi dari wilayah Sumatra Selatan yang menyumbang 88% dari total penambahan.

Trafik data juga meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Central Sumatra mencatat kenaikan 5,3%, sedangkan South Sumatra tumbuh 6%, didorong oleh meningkatnya penggunaan streaming, e-commerce, dan media sosial.

Indosat optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun melalui penguatan jaringan, penetrasi produk digital, serta kemitraan strategis di tingkat regional. (*)

Bagaimana Menurut Anda