IKPM Sumsel–DIY Audiensi dengan Baznas Sumatera Selatan, Perkuat Akses Beasiswa Bagi Mahasiswa Perantauan

12

PALEMBANG, BERITAANDA – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan–Daerah Istimewa Yogyakarta (Sumsel-DIY) melaksanakan audiensi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan, dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan serta membahas peluang kolaborasi program pemberdayaan mahasiswa asal Sumsel di perantauan.

Pertemuan berlangsung hangat dan dialogis, diwarnai berbagai masukan dari pihak Baznas terkait penguatan peran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam mendukung program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Dalam audiensi tersebut, IKPM Sumsel–DIY secara khusus menyoroti program beasiswa Baznas Sumatera Selatan sebagai peluang strategis bagi mahasiswa perantauan.

Kepada BERITAANDA, Sabtu (28/2/2026), Ketua Umum IKPM Sumsel–DIY Thomas Antoni menyampaikan harapannya agar mahasiswa asal Sumatera Selatan yang menempuh pendidikan di Yogyakarta dapat memperoleh akses lebih luas terhadap program beasiswa tersebut.

Menurutnya, masih banyak mahasiswa di perantauan yang menghadapi keterbatasan finansial maupun kebutuhan pendukung pendidikan lainnya sehingga berpotensi menghambat kelancaran studi.

“Program beasiswa dari Baznas Sumatera Selatan sangat baik dan relevan bagi mahasiswa perantauan. Kami berharap mahasiswa IKPM Sumsel–DIY dapat diberikan kesempatan mengakses program tersebut, karena masih banyak yang membutuhkan dukungan agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan optimal,” ujar Thomas Antoni.

Menanggapi hal tersebut, pihak Baznas Sumatera Selatan menyambut positif aspirasi yang disampaikan.

“Mahasiswa adalah aset daerah dan calon pemimpin masa depan. Kami membuka ruang kolaborasi agar program Baznas dapat menjangkau mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Sinergi dengan IKPM menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ungkap perwakilan Baznas.

Lebih lanjut, Baznas Sumatera Selatan menawarkan kepada IKPM Sumsel–DIY untuk menjadi bagian dari jejaring mereka sebagai perpanjangan tangan Baznas di wilayah perantauan, khususnya di Yogyakarta. Baznas juga memberikan arahan agar IKPM dapat membentuk struktur khusus yang terintegrasi dengan program mereka, sehingga koordinasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.

Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal terbangunnya kemitraan strategis antara mahasiswa dan lembaga zakat daerah. Melalui kolaborasi yang kuat, program pemberdayaan pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi investasi jangka panjang bagi kemajuan generasi muda Sumatera Selatan.

Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial, IKPM Sumsel–DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai wadah yang responsif, solutif, dan berintegritas dalam memperjuangkan kebutuhan mahasiswa perantauan. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda