HUT ke-81 OKI, Program Perlindungan Sosial Hadir Ringankan Beban Warga

2

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat perlindungan sosial untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Mulai dari bantuan rumah layak huni, jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, hingga seragam dan tas sekolah gratis, berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.

Salah satu warga yang merasakan manfaat program tersebut adalah Nenek Saimah, warga Desa Tanjung Sari I, Kecamatan Lempuing Jaya.

Melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), ia memperoleh bantuan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar lebih aman dan nyaman. Secara keseluruhan, program bantuan RTLH telah menjangkau 1.071 penerima manfaat.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, pembangunan daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Program rumah layak huni ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan warga, terutama mereka yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak,” ujar Muchendi dalam pidato peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten OKI, Senin (12/10/2026).

Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di OKI mencapai 100,33 persen dari jumlah penduduk, berdasarkan data yang disampaikan dalam pidato bupati. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Manfaat jaminan kesehatan juga dirasakan Mawan bin Manap, yang menjalani perawatan jantung hingga dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Akses terhadap jaminan kesehatan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Selain kesehatan, perlindungan sosial juga menyasar pekerja yang menghadapi risiko ekonomi akibat kecelakaan kerja, kematian, maupun musibah lainnya. Di Kabupaten OKI, program jaminan sosial ketenagakerjaan telah mencakup 20.628 pekerja.

Sesuai ketentuan yang berlaku, program tersebut memberikan perlindungan melalui berbagai manfaat, termasuk santunan kematian dan beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang memenuhi persyaratan. Perlindungan ini diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga ketika pencari nafkah mengalami musibah.

Muchendi menegaskan, kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan publik, tetapi juga melalui perlindungan yang memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Pemerintah hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, tetapi juga untuk memberikan perlindungan agar keluarga tetap memiliki kepastian saat menghadapi risiko. Karena itu, akses kesehatan dan jaminan sosial bagi pekerja harus terus diperkuat,” katanya.

Sementara itu di sektor pendidikan, Pemkab OKI menyalurkan bantuan seragam dan tas sekolah gratis kepada 13.374 siswa sekolah dasar (SD) dan 8.187 siswa sekolah menengah pertama (SMP) pada 2026. Dengan demikian, total penerima bantuan mencapai 21.561 siswa.

Program tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. Selain itu, bantuan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung pemerataan kesempatan belajar dan mendorong anak-anak tetap bersemangat mengikuti pendidikan.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengapresiasi upaya Pemkab OKI dalam menghadirkan program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Program perumahan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pendidikan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga,” kata Herman Deru.

Ia menekankan pentingnya kesinambungan program serta kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi agar kualitas pelayanan publik terus meningkat. Dengan sinergi tersebut, manfaat pembangunan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan.

Momentum Hari Jadi ke-81 Kabupaten OKI pun menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah perlu terus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui penguatan perlindungan sosial, pemerintah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan dasar secara lebih layak. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda