Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Tembus 3.026 Titik dalam Sehari

1

PALEMBANG, BERITAANDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat angka titik panas atau hotspot di Sumsel dalam dua hari belakangan ini meningkat signifikan, dari jumlah awal ratusan menjadi ribuan titik.

Berdasarkan data terbaru BPBD Sumsel, update jumlah titik panas hari ini, Rabu (30/9/2026) pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 3.026 titik panas dalam 24 jam terakhir di Sumsel.

Angka ini meningkat dibandingkan data kemarin, Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 WIB, yang mencatat sebanyak 1.776 titik panas atau naik 1.250 titik pada hari ini.

Sebelumnya pada 27 dan 28 September 2026, jumlah hotspot di Sumsel masih berada di angka 600-700-an titik panas.

BPBD Sumsel melaporkan, tim gabungan terus melakukan upaya pemantauan, patroli udara dan darat, pemadaman darat, serta operasi water bombing untuk mengendalikan penyebaran karhutla di berbagai wilayah prioritas.

BPBD Sumsel juga terus mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga hutan dan lahan dengan tidak membakarnya serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Untuk menanggulangi lonjakan titik panas yang terjadi secara tajam ini, Pemprov Sumsel bakal menggelar rapat bersama pada Rabu sore untuk membahas upaya penanganan karhutla. Rapat tersebut akan digelar di Kantor Gubernur Sumsel.

Titik Panas Paling Banyak di OKI

Sebanyak 3.026 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan dalam 24 jam terakhir hingga Rabu (30/9/2026) pukul 06.00 WIB.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.375 titik. Disusul Musi Banyuasin sebanyak 777 titik, Banyuasin 642 titik, dan Muara Enim 72 titik.

Sementara itu, daerah lainnya memiliki jumlah hotspot di bawah 50 titik. Jumlah terendah tercatat di Empat Lawang dengan dua titik panas, sedangkan Kota Prabumulih dan Pagaralam masing-masing hanya memiliki satu titik panas. Sementara Kota Palembang tercatat memiliki lima titik panas hari ini.

Dampak dari kebakaran hutan dan lahan ini membuat kabut asap pekat menyelimuti Palembang hingga Rabu siang. Asap pekat terlihat di jalanan. Meski panas terik matahari muncul, kondisi tersebut belum mampu mengusir kabut asap yang ada.

Akibatnya, kualitas udara di Palembang pada Rabu (30/9/2026) masuk kategori berbahaya karena melebihi ambang batas kualitas udara normal.

Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumsel hingga pukul 06.00 WIB menunjukkan kondisi yang bervariasi.

Kota Palembang mencatat ISPU 366 dengan kategori Berbahaya. Kondisi tersebut menjadi nilai ISPU tertinggi di Sumsel hari ini.

Disusul PALI yang mencatat ISPU 278 dengan kategori Sangat Tidak Sehat. Musi Rawas berada pada angka 150 dan Musi Banyuasin 144, keduanya masuk kategori Tidak Sehat.

Wilayah lainnya, yakni Lahat, mencatat ISPU 103 atau kategori Tidak Sehat, sedangkan Muara Enim berada di angka 68 dan Prabumulih 64, yang keduanya masuk kategori Sedang.

Meski kabut asap menyelimuti Palembang cukup pekat hari ini dan jarak pandang dilaporkan hanya 600 meter pada pukul 06.00 WIB tadi, hingga pukul 11.00 WIB tidak ada gangguan penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang hari ini. (Febri).

Jumlah titik panas di Sumsel update 30 September 2026 pukul 06.00 WIB:

OKI: 1.375 titik
Musi Banyuasin: 777 titik
Banyuasin: 642 titik
Muara Enim: 72 titik
Ogan Ilir: 43 titik
OKU: 23 titik
Musi Rawas Utara: 26 titik
Musi Rawas: 16 titik
Lahat: 15 titik
OKU Timur: 13 titik
PALI: 8 titik
OKU Selatan: 7 titik
Kota Palembang: 5 titik
Empat Lawang: 2 titik
Kota Prabumulih: 1 titik
Kota Pagaralam: 1 titik

Rincian kualitas udara di Sumsel hari ini, Rabu (30/9/2026):

Palembang: 366 – Berbahaya
PALI: 278 – Sangat Tidak Sehat
Musi Rawas: 150 – Tidak Sehat
Musi Banyuasin: 144 – Tidak Sehat
Lahat: 103 – Tidak Sehat
Muara Enim: 68 – Sedang
Prabumulih: 64 – Sedang

Bagaimana Menurut Anda