Hasil Studi Epidemilogi, Lampung Belum Ada Kasus Transmisi Lokal

373

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Menurut data notifikasi, pemudik yang sudah masuk ke Lampung terhitung mulai tanggal 24 sampai 26 April 2020 ada sebanyak 618 orang.

“Tidak semua pemudik merupakan orang dalam pemantauan (ODP),” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dokter Reihana, melalui video conference, Senin (27/4/2020).

“Karena menurut buku panduan Covid-19, definisi ODP adalah orang yang melakukan perjalanan dari daerah terjangkit dengan gejala demam, batuk pilek, sakit tenggorokan dan nafas sesak,” terangnya lagi.

Reihana juga menyampaikan bahwa menurut hasil studi epidemilogi, Lampung belum ada transmisi lokal untuk kasus – kasus yang ada. Semua kasus yang ada di Lampung merupakan kasus yang ada kontak langsung dari daerah terjangkit dan ada kluster-klusternya, misalnya kluster Goa, kluster Malaysia, dan orang-orang dari daerah terjangkit.

“Kluster Goa adalah yang terbanyak, ini merupakan peserta tabliqh, tersebar dibeberapa kabupaten / kota, yaitu Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat dan Tulangbawang Barat. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap pendatang dari pondok pesantren, karena mereka berasal dari daerah zona merah,” jelas Reihana lagi.

Ditambahkan dia, kami juga melakukan screaning dengan rapid test di pintu masuk pelabuhan, yang masuk dari Palembang juga Bengkulu. “Kalau hasilnya positif kami perintahkan untuk putar balik ke daerah asal,” tegas Reihana.

Untuk update data Covid-19 pada hari ini, Senin (27/4/2020), jumlah ODP 3.244 orang, dengan rincian selesai dipantau 2.606 orang, masih dalam pemantauan 635 orang, dan ODP meninggal 1 orang.

“Sementara jumlah PDP sendiri adalah 69 orang, dengan rincian 19 dirawat di ruang isolasi, 37 negatif dan PDP meninggal 13 orang. Sedangkan jumlah yang terkonfirmasi positif adalah 42 orang, dengan rincian masih dirawat 27 orang, sembuh 10 dan meninggal 5 orang,” pungkasnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda