Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Kendaraan

8

JAKARTA, BERITAANDA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai subholding gas Pertamina terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) di sektor transportasi darat.

Langkah ini dinilai sebagai solusi energi yang mandiri, efisien, dan ramah lingkungan, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi ketersediaan dan harga energi dunia.

BBG sendiri merupakan energi berbasis gas bumi yang berasal dari cadangan domestik Indonesia. Melalui jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), PGN berupaya menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

“Sejalan dengan peran PGN sebagai subholding gas Pertamina, kami berkomitmen menghadirkan akses energi yang andal dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya di tengah tantangan global saat ini,” ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, Jumat (3/4/2026).

Dari sisi ekonomi, BBG menawarkan harga yang relatif stabil. Saat ini, BBG dipatok Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP) diseluruh SPBG, menjadikannya lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi serta mampu menekan biaya operasional kendaraan secara signifikan.

Tak hanya hemat, BBG juga lebih ramah lingkungan. Emisi karbon yang dihasilkan tercatat hingga 20 persen lebih rendah dibandingkan BBM, sehingga mendukung percepatan transisi energi bersih dan target pemerintah menuju net zero emission.

“Pembakaran gas yang lebih sempurna juga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin, sehingga dapat menekan biaya perawatan sekaligus memperpanjang usia kendaraan,” jelas Fajriyah.

Sebagai bagian dari edukasi dan peningkatan layanan kepada masyarakat, PGN menggandeng Komunitas Mobil Gas (Komogas) menghadirkan bengkel keliling. Program ini berlangsung hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, Kalimalang, Jakarta Timur, dan dilanjutkan pada 6–10 April 2026 di SPBG Bogor.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan teknis, perawatan, perbaikan, hingga konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi BBG.

Melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia, PGN saat ini mengoperasikan 14 SPBG, 4 Mobile Refueling Unit (MRU), serta 1 Mother Station (MS) guna mendukung distribusi BBG.

Dia berharap sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperluas pemanfaatan BBG sekaligus mendorong pembangunan SPBG diberbagai wilayah.

“PGN terus memastikan keandalan pasokan gas bumi untuk seluruh jaringan SPBG. Optimalisasi energi domestik diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong kemandirian energi masyarakat,” tutup Fajriyah. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda